
Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo memaksimalkan penambalan jalan berlubang di sejumlah jalur utama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pemudik yang melintas di wilayah Ponorogo dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
Fokus perbaikan diprioritaskan pada ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan, termasuk jalur menuju kawasan wisata. Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses menuju Telaga Ngebel yang kerap dilalui wisatawan.
Kabid Bina Marga DPUPKP Ponorogo, Shintawati, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan titik jalan rusak sejak H-7 Ramadan. Perbaikan pun dilakukan secara bertahap oleh UPTD yang tersebar di lima wilayah kerja.
“Kami sudah melakukan pemetaan sejak H-7 sebelum Ramadan, sehingga bisa diketahui titik-titik jalan yang ramai dilalui pemudik maupun yang membutuhkan penambalan,” ujarnya.
Shintawati, yang akrab disapa Shinta, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam pada jalan berlubang, dengan prioritas pada jalur utama dan jalur padat kendaraan.
“Perbaikan difokuskan pada jalan utama dan jalur yang ramai, termasuk akses menuju tempat wisata seperti Telaga Ngebel,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan perbaikan jalan sebenarnya rutin dilakukan. Namun, menjelang Lebaran, intensitasnya ditingkatkan dengan penambahan penggunaan material aspal.
“Biasanya kami mengeluarkan sekitar 1 ton aspal per hari, tetapi menjelang Lebaran ini kami tingkatkan menjadi 2 ton per hari,” ungkapnya.
Beberapa ruas jalan yang telah dilakukan penambalan di antaranya Jalan Mayjend Sutoyo, jalur Jeruksing menuju Jabung, serta ruas Jarakan ke Kalibening.
Dengan langkah ini, diharapkan kondisi jalan di Ponorogo semakin layak dilalui, sehingga arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman.



