
“Urung bodho lek urung ngalor-ngidul neng alon-alon Ponorogo.” Kalimat itulah yang seolah menjadi semangat Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk tetap menggelar pasar malam di Alun-Alun Ponorogo setiap momen Idul Fitri.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perdakum) Ponorogo, Okta Hariadi, mengatakan jika tidak ada perubahan, pasar malam akan dibuka mulai 5 Maret 2026 hingga 3 April 2026 atau selama satu bulan.
“Kalau tidak ada perubahan, pasar malam mulai 5 Maret sampai 3 April. Pendaftaran pedagang kami buka Senin sampai Rabu,” ujarnya.
Pihaknya memprioritaskan pedagang lokal Kota Reog dengan komposisi 70 persen, sementara 30 persen sisanya untuk pedagang luar daerah. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, tercatat sekitar 315 pedagang berjualan di alun-alun, mulai dari kuliner, pakaian, aksesori hingga wahana permainan anak.
Okta menambahkan, antusiasme warga untuk berkunjung ke alun-alun saat Lebaran cukup tinggi sehingga tradisi pasar malam terus dipertahankan.
“Setiap Lebaran, pengunjung selalu ramai. Ini sudah jadi tradisi masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri karena curah hujan cukup tinggi. Pihaknya mengaku akan bersikap fleksibel apabila pedagang menghendaki perpanjangan waktu operasional akibat cuaca.
Adapun retribusi pedagang tetap sebesar Rp1.500 per meter persegi per hari.



