
Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo mulai mengantisipasi potensi kemacetan arus lalu lintas di sejumlah titik selama periode angkutan Lebaran 2026.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Sarana Prasarana Dishub Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan Satlantas Polres Ponorogo melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan Satlantas melalui forum FLLAJ untuk memetakan potensi kepadatan arus selama Lebaran,” ujar Setyo Budiono.
Beberapa sarana dan prasarana yang akan disiapkan di antaranya evaluasi traffic light di sejumlah simpang. Pengaturan waktu lampu merah dan lampu hijau akan ditinjau ulang agar lebih ideal sesuai kondisi arus kendaraan.
“Traffic light akan kami tinjau kembali, terutama pengaturan durasinya, berapa detik atau menit yang paling efektif untuk mengurai kepadatan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan traffic light di sejumlah titik wilayah Ponorogo memang penting untuk keselamatan. Namun, di sisi lain juga berpotensi menimbulkan antrean panjang jika tidak diatur dengan tepat.
Karena itu, sebelum dilakukan penyesuaian durasi, Dishub akan melakukan survei dan pemetaan di lapangan guna mengetahui titik-titik rawan kemacetan.
Selain itu, pihaknya juga akan memasang tanda penunjuk arah di sejumlah pintu masuk Kota Ponorogo. Hal ini untuk mengarahkan kendaraan besar agar mencari jalur alternatif dan tidak terjebak macet di kawasan dalam kota.
“Kendaraan dari arah utara yang hendak menuju Pacitan atau Trenggalek kami imbau tidak masuk ke jalan protokol kawasan kota karena ada pasar malam Alun-Alun,” terangnya.
Langkah tersebut, lanjut Setyo, sudah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir dan terbukti mampu mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran.
Meski demikian, evaluasi tetap akan dilakukan melalui rapat koordinasi bersama FLLAJ guna memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran 2026.



