
Foto : ilustrasi
Jelang Lebaran, pengiriman uang dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri untuk keluarga di kampung halaman mengalami peningkatan.
Data yang disampaikan Kepala Kantor Pos Ponorogo, Aji Rahman Hakim, hingga 25 Februari 2026, angka remitansi tercatat mencapai Rp2,3 miliar dengan total sekitar 349 transaksi.
“Per 25 Februari kemarin, total remitansi yang masuk sudah mencapai sekitar 2,3 miliar rupiah dari 349 transaksi,” ujar Aji Rahman Hakim.
Menurutnya, angka tersebut masih tergolong landai karena masih di awal-awal Ramadan. Ia memperkirakan transaksi akan meningkat signifikan mendekati Hari Raya Idulfitri.
“Biasanya akan meningkat tajam mendekati Lebaran karena kebutuhan keluarga di kampung halaman juga semakin banyak,” jelasnya.
Adapun negara yang mendominasi pengiriman remitansi antara lain Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Negara-negara tersebut memang menjadi tujuan utama PMI asal Ponorogo untuk bekerja.
“Mayoritas dari Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Kalau dari negara Eropa ada, tapi tidak banyak,” tambahnya.
Untuk layanan pengiriman uang, produk yang paling banyak digunakan adalah wesel pos dan Western Union. Para PMI dinilai masih mempercayakan pengiriman uang melalui Kantor Pos karena faktor keamanan dan jangkauan layanan.
“Mereka percaya karena sistemnya aman, menggunakan standar internasional untuk keamanan transaksi, dan jaringannya luas hingga bisa diakses sampai ke daerah pedesaan,” terangnya.
Pihaknya berharap peningkatan remitansi selama Ramadan ini dapat membantu mendongkrak daya beli masyarakat serta menggerakkan perekonomian daerah menjelang Lebaran.



