
Di tengah dinamika kehidupan diaspora Indonesia di Phnom Penh, Kamboja, nama Roni Roeslan semakin dikenal bukan hanya sebagai profesional yang telah lama menetap di negeri tersebut, tetapi juga sebagai sosok penggerak kegiatan sosial kemanusiaan bagi masyarakat Muslim lokal.
Roni merupakan putra daerah asal Ponorogo, Jawa Timur. Ia mengawali kariernya di bidang penyiaran sebagai penyiar pelajar di Radio Gema Surya pada 1998, yang saat itu mengudara di frekuensi 1440 AM. Dua program yang ia bawakan kala itu adalah “Song For You” dan “Hit Hot”.
“Di Radio Gema Surya saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, menyampaikan pesan, dan membangun kedekatan dengan pendengar. Itu menjadi bekal penting dalam perjalanan saya selanjutnya,” ungkap Roni.
Program “Song For You” dikenal sebagai acara yang membacakan lirik lagu mancanegara sekaligus mengulas makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Sementara “Hit Hot” menyajikan informasi terkini seputar seni, musik, aktor, hingga olahraga. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepekaan sosialnya sejak usia muda.
Kini, melalui perannya sebagai Wakil Ketua Indonesian Muslim Community in Cambodia (IMCC), Roni aktif menginisiasi berbagai program kemanusiaan. Salah satu yang rutin dijalankan adalah program Jumat Berkah di kawasan permukiman nelayan Muslim di sekitar Sungai Mekong dan sejumlah kampung Muslim lainnya di Phnom Penh.
“Program Jumat Berkah kami fokuskan pada bantuan sembako untuk masyarakat Muslim yang tinggal di bantaran Sungai Mekong. Kami ingin memastikan mereka tetap merasakan perhatian dan kebersamaan,” jelasnya.
Menurut Roni, kegiatan tersebut bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi antara masyarakat Indonesia dengan komunitas Muslim setempat yang hidup dengan keterbatasan akses fasilitas dasar.
Tidak berhenti pada bantuan konsumtif, IMCC juga menggagas Gerakan Air Bersih untuk Muslim Pursat. Melalui penggalangan dana dari masyarakat Muslim Indonesia yang tinggal dan bekerja di Kamboja, IMCC membangun sarana air bersih di wilayah permukiman Muslim di Provinsi Pursat.
“Alhamdulillah, hingga saat ini sudah terbangun enam titik sumur air bersih. Bagi warga di sana, ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau ketika air bersih sulit didapat,” terangnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara donatur, relawan, dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan berbagai program tersebut.
“Kami hanya menjadi penghubung. Semangat gotong royong teman-teman diaspora Indonesia di Kamboja luar biasa. Dari situlah program-program ini bisa berjalan dan memberi manfaat nyata,” tambah Roni.
Ke depan, IMCC berharap kegiatan sosial seperti Jumat Berkah dan pembangunan sarana air bersih dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah permukiman Muslim di Kamboja yang membutuhkan.
“Kami ingin kehadiran komunitas Indonesia di luar negeri bukan hanya membawa identitas budaya, tetapi juga menghadirkan nilai kepedulian dan solidaritas yang nyata bagi sesama,” tutupnya.



