Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 18
  • Jembatan Gantung Garuda di Desa Jalen Balong Dibangun, 7 KK Tak Lagi Terisolir
  • Jelajah

Jembatan Gantung Garuda di Desa Jalen Balong Dibangun, 7 KK Tak Lagi Terisolir

Gema Surya FM Rabu 18 Februari 2026 | 13:47 WIB
jalen

7 kepala keluarga (KK) di Dukuh Jalen, Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, kini tak lagi harus menyeberangi sungai saat mengantar anak sekolah maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal ini setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun akses penghubung berupa jembatan gantung melalui Program Jembatan Perintis Garuda.

Kepala Desa Jalen Balong, Triyono, mengatakan sebelum adanya jembatan tersebut, warganya seakan hidup terisolasi karena terpisah aliran sungai.

“Selama ini warga kalau mau ke Desa Jalen harus menyeberangi sungai. Kondisinya cukup berisiko, terutama saat debit air meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi paling memprihatinkan terjadi ketika ada warga yang meninggal dunia. Pasalnya, lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) berada di seberang sungai.

“Kalau ada yang meninggal, keranda harus digotong menyeberangi sungai. Kadang arusnya cukup deras, sehingga menyulitkan warga,” jelasnya.

Sebenarnya terdapat akses jalan alternatif yang bisa ditempuh. Namun warga harus memutar cukup jauh melewati beberapa desa, seperti Dadapan dan Singkil, dengan jarak tempuh lebih dari dua kilometer.

Jembatan Gantung Garuda tersebut dibangun sejak Desember 2025 dan rampung pada Februari 2026 dengan panjang sekitar 36 meter. Kehadiran jembatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi warga.

“Dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga menjadi lebih mudah. Kami berharap akses yang lebih baik ini juga bisa mendorong pertumbuhan sektor pertanian, pendidikan, dan perekonomian desa secara berkelanjutan,” pungkas Triyono.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Kementrian PHU Ponorogo Akui 13 Jamaah Umroh Tertahan di Arab Saudi, Pastikan Kondisi Baik-baik Saja
Next: Pemprov Jawa Timur Kembali Gelar Mudik Lebaran Gratis 2026, Pendaftaran Bisa Online dan Offline

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.