
Kantor Kementerian Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Ponorogo membenarkan adanya 13 jamaah umroh asal Ponorogo yang tertahan di Jeddah, Arab Saudi, menyusul penghentian sementara penerbangan akibat ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Kepala Kantor PHU Ponorogo, Marjuni, mengatakan belasan jamaah tersebut merupakan peserta dari biro perjalanan umroh Al Marwah. Hingga Senin, 2 Maret 2026, mereka masih berada di hotel dan menunggu kepastian jadwal kepulangan.
“Informasi yang kami terima, kondisi 13 jamaah dalam keadaan baik dan tetap tenang di hotel sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya,” ujar Marjuni.
Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), apabila terjadi pembatalan penerbangan, maka Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) bertanggung jawab penuh terhadap jamaah selama berada di Tanah Suci hingga dinyatakan aman dan bisa dipulangkan ke Indonesia.
“PPIU wajib menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah sampai mereka bisa kembali ke tanah air,” tegasnya.
Terkait pembiayaan selama masa tunggu, Marjuni menyebut hal tersebut diserahkan pada kemampuan biro perjalanan sesuai kesepakatan awal dengan jamaah saat pemberangkatan.
Lebih lanjut, berdasarkan data di PHU Ponorogo, saat ini terdapat sekitar 42 jamaah asal Ponorogo yang tengah menjalankan ibadah umroh dan diperkirakan pulang pada 10 Maret mendatang. Mereka berasal dari berbagai biro perjalanan.
Ia menambahkan, imbas serangan yang melibatkan Israel ke Iran, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian terkait mengimbau calon jamaah umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan demi keamanan.



