
Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Pemkab Ponorogo, TNI, Polisi, dan Dinas Kesehatan terus menelisik keberadaan warung kopi yang ada di kawasan timur Terminal Seloaji Ponorogo. Pasca menjaring 13 PSK yang mangkal di lokasi itu, terbongkar fakta baru.
Petugas tim gabungan menemukan bangunan permanen yang dibuat kos-kosan yang disinyalir untuk melayani tamu. Kos-kosan yang terdiri dari banyak kamar dengan ukuran 2 kali 3 meter dibangun oleh sejumlah pemilik warung.
Kabid Penegakan Perundangan-undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hendra Asmara Putra mengatakan di lokasi tersebut juga ditemukan ada kurang lebih 10 penginapan yang diduga tempat aktivitas berbuat tindak asusila.
“Lokasinya sangat kumuh di sekitar, tapi ketika diamati, terlihat ada bangunan berjejer, ada jemuran baju, dan lain sebagainya. Petugas curiga, dan ternyata seperti kos-kosan,” kata Hendra.
Yang membuat heran, lanjutnya, di salah satu kamar ada pasangan bukan suami istri. Disebut bukan pasutri lantaran mereka tidak bisa menunjukkan KTP.
Akhirnya dilakukan skrining dan hasilnya negatif HIV untuk dua orang ini. Menurutnya, dari keterangan awal, mereka menginap, namun kamar itu bukan milik dua orang tersebut, melainkan milik rekan mereka yang merupakan pekerja warung kopi.
Ketika ditanya bagaimana langkah selanjutnya, Hendra mengatakan bahwa lahan eks Terminal Seloaji Ponorogo merupakan wilayah Dinas Perhubungan (Dishub), sehingga pihaknya akan menyampaikan temuan itu untuk ditindaklanjuti.
Sekadar informasi, Satpol PP Ponorogo dan petugas gabungan dari Polsek, Koramil Babadan, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan razia penyakit masyarakat di eks Terminal Seloaji, Kecamatan Babadan, Ponorogo, pada Senin malam, 3 November 2025.
Dalam razia tersebut berhasil menjaring belasan wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK). Hasilnya, 13 perempuan terjaring dan langsung dilakukan tes HIV, dengan dua orang di antaranya terindikasi HIV.



