Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 29
  • Miris, Ribuan Anak di Ponorogo Tercatat Tidak Sekolah, Ini Alasannya
  • Jelajah

Miris, Ribuan Anak di Ponorogo Tercatat Tidak Sekolah, Ini Alasannya

Gema Surya FM Jumat 29 Agustus 2025 | 13:37 WIB
DGF

Ribuan anak di Kabupaten Ponorogo masih tercatat tidak mengenyam pendidikan. Alasannya beragam, mulai dari anggapan bahwa sekolah tidak penting, keterbatasan ekonomi, hingga persoalan administratif seperti tidak memiliki akta kelahiran.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Ponorogo, Yeni Kurniawati, menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak sekolah terbagi dalam tiga kategori: belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), serta lulus tapi tidak melanjutkan.

Meski jumlahnya masih besar, Yeni menyebut ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data sejak 27 April hingga 10 Juni 2025, anak yang belum pernah sekolah berkurang dari 1.511 menjadi 1.133 anak, artinya 378 anak sudah mau bersekolah kembali. Untuk kategori drop out turun dari 1.390 menjadi 1.369 anak. Sementara itu, anak yang lulus tapi tidak melanjutkan sekolah berkurang dari 1.877 menjadi 1.827 anak, dengan 50 anak kembali melanjutkan pendidikan.

“Banyak alasan mereka tidak bersekolah, seperti merasa cukup hanya sampai SD, tidak memiliki akta kelahiran, faktor ekonomi, kesehatan, bahkan yang bikin prihatin ada yang menganggap sekolah tidak penting,” ungkap Yeni.

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini program wajib belajar bukan lagi 12 tahun, melainkan mulai tahun depan berganti menjadi 13 tahun.

“Jika anak-anak putus sekolah, dampaknya sangat serius, bisa memicu pengangguran, potensi kerusakan moral, hingga gangguan sosial di masyarakat,” tegas Yeni.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: PMI Asal Badegan Ponorogo Meninggal Dunia di Hongkong karena Sakit
Next: 5 Pelamar PD Sari Gunung Dicoret karena Tak Lolos Administrasi

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.