
Omset taylor naik seiring dengan tahun ajaran baru yang berlangsung. (Foto/Green Taylor)
Jelang tahun ajaran baru sekolah, usaha jahit di Ponorogo kebanjiran order. Salah satunya dialami Yono, penjahit di kawasan Mlarak, yang mengaku sejak bulan Mei lalu pesanan sudah mulai berdatangan.
Rata-rata pesanan berupa seragam sekolah, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Dijelaskan, hingga akhir Juni kemarin, sudah ada 20 anak yang mengantarkan kain seragam untuk dijahit. Setiap anak minimal menjahitkan empat stel kain, kata yono saat dikonfirmasi gema surya Selasa (01/07)
Karena tingginya permintaan, ia menambah satu orang karyawan lagi, mengingat menjahit pakaian seragam sekolah selalu dikejar target: harus selesai sebelum masuk sekolah. Jika dikerjakan sendiri, Yono hanya mampu menyelesaikan sekitar empat stel pakaian per hari.
Saat disinggung soal perbandingan dengan tahun lalu, ia menyebut ada peningkatan pesanan sekitar 50 persen. Untuk ongkos jahit menyesuaikan kondisi, rata-rata satu stel seragam dikenakan biaya sekitar Rp120.000.



