Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Juni
  • 18
  • Spektakuler! Pembukaan Grebeg Suro 2025 Suguhkan Video Mapping Cerita Reog
  • Jelajah

Spektakuler! Pembukaan Grebeg Suro 2025 Suguhkan Video Mapping Cerita Reog

Gema Surya FM Rabu 18 Juni 2025 | 12:10 WIB
suro

Ada yang berbeda dalam pembukaan Grebeg Suro 2025, Selasa malam 17 Juni 2025. Festival Reog Remaja (FRR) ke-XXI dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-XXX yang digelar di Alun-Alun Ponorogo dibuka dengan pertunjukan kolosal dan inovatif, termasuk penayangan cerita Reog dalam video mapping yang memukau ribuan penonton.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyebut perayaan tahun ini terasa lebih istimewa karena Reog asli Ponorogo telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh UNESCO.

“Tahun ini Grebeg Suro semakin spesial. Setelah Reog diakui UNESCO sebagai warisan dunia, kini saatnya kita bersiap untuk menuju tahap berikutnya, menjadikan Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network atau UCCN,” ungkap Sugiri.

Ia berharap, pengakuan tersebut menjadi pendorong semangat masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan Reog serta ekosistem budaya yang mengelilinginya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kebudayaan bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono turut hadir dalam pembukaan Grebeg Suro. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan penyelenggaraan acara budaya tersebut.

“Grebeg Suro adalah bukti nyata bahwa masyarakat Ponorogo benar-benar mencintai dan menjaga budayanya. Bahkan sebelum Reog ditetapkan sebagai ICH oleh UNESCO, masyarakat sudah bekerja keras melestarikannya,” kata Basuki.

Menurutnya, pelestarian Reog tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan banyak pihak termasuk komunitas dan para pelaku seni. Ia optimis, dengan kekompakan dan semangat gotong royong, Ponorogo bisa menjadi bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO.

Sebagai bentuk penghargaan, Basuki Teguh Yuwono menyerahkan secara langsung sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO kepada Bupati Sugiri Sancoko di atas panggung utama acara pembukaan.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Kuota Belum Terpenuhi Kemenag Ponorogo Masih Buka Pendaftaran Isbat Nikah Gratis
Next: Serobot Hak Pejalan Kaki, Pedagang yang Gunakan Trotoar untuk Jualan Ditertibkan

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.