
Setelah penantian panjang selama 13 tahun, sebanyak 461 calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo akhirnya akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 16 Mei mendatang. Para jemaah tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 52 dan 53.
Menariknya, meskipun terdapat 70 jemaah lanjut usia (lansia), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo memastikan tidak ada jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti).
“Memang benar, dari total jemaah ada 70 yang lansia, tapi semuanya dinyatakan layak berangkat dan tidak termasuk kategori risiko tinggi,” ujar Nurul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo, Senin (5/5).
Ia menambahkan bahwa seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan memiliki istitha’ah kesehatan, yakni kemampuan fisik dan mental untuk menunaikan ibadah haji.
“Dari hasil pemeriksaan medis, seluruh jemaah memenuhi syarat kesehatan dan siap berangkat,” jelas Nurul.
Rinciannya, kloter 52 terdiri dari 90 jemaah asal Ponorogo yang akan diberangkatkan bersama CJH dari Madiun, Magetan, dan Sidoarjo. Sementara itu, kloter 53 yang terdiri dari 376 orang, sepenuhnya merupakan jemaah asal Bumi Reog.



