Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Juni
  • 24
  • Warga Jalan Hos Cokro dan Urip Sumoharjo Mulai Keluhkan Debu dari Eks Pasar Lanang
  • Headline
  • Jelajah

Warga Jalan Hos Cokro dan Urip Sumoharjo Mulai Keluhkan Debu dari Eks Pasar Lanang

Gema Surya FM Senin 24 Juni 2024 | 11:53 WIB
Lanang

Warga sekitar dan pengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan HOS Cokroaminoto dan Urip Sumoharjo mulai mengeluhkan kondisi eks Pasar Lanang yang saat ini bangunannya telah rata dengan tanah. Di musim kemarau, urukan tanah di bekas pasar tersebut menimbulkan debu yang berterbangan akibat angin kencang, menyebabkan polusi udara yang cukup mengganggu.

Arief Nasruchan, salah satu warga Jalan Urip Sumoharjo, mengungkapkan bahwa debu yang berterbangan tidak hanya menjadi polusi udara tetapi juga membuat lantai rumahnya cepat kotor sehingga harus sering dibersihkan.

“Debu ini selain menjadi polusi udara, juga membuat lantai rumah harus sering dibersihkan karena gampang kotor. Bagi yang alergi udara, debu tersebut tentu menimbulkan sesak napas dan juga batuk,” kata Arief.

Ia juga menambahkan bahwa banyak pengguna jalan yang berhenti di lampu merah mengeluhkan mata mereka kelilipan debu. Meski sudah ada laporan dari warga ke pemerintah kabupaten, hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Sebenarnya sudah ada laporan dari warga ke pemkab namun belum ada tindak lanjut. Sebelum ada pengurukan tanah yang awalnya akan digunakan untuk gedung ekraf, tidak terlalu banyak debu. Semestinya pasca diurug harus ada penyiraman minimal seminggu dua kali dan juga pemadatan tanah,” jelas Arief.

Arief juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan lahan eks Pasar Lanang ini, karena jika dibiarkan tanpa ada kegiatan apapun, tanah urug tidak akan segera padat. Selain itu, saat musim penghujan, lahan tersebut akan ditumbuhi ilalang yang bisa menjadi sarang ular dan tikus.

“Karenanya menurut saya, perlu ada pemanfaatan lahan eks pasar itu. Sebab jika musim penghujan, lahan tersebut juga ditumbuhi ilalang yang menyebabkan banyak ular dan tikus,” tambahnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Antisipasi Kekeringan, BPBD Siapkan 3 Armada Suplai Air Bersih
Next: Sedang Recovery, Wisata Bukit Suharto Free HTM

Related Stories

tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.