Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro
  • Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting
  • Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo
  • Ular Piton Masuk Rumah Warga di Jalan Kawung, Sempat Lilit Petugas Evakuasi
  • Dikebut, Rekrutmen Calon Siswa SR Tahun Ajaran Baru Ini, Petugas Rela Door to Door
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2023
  • November
  • 2
  • Cuaca Panas Puluhan Hektar Tanaman Cabe di Ronosentanan Siman Mati
  • Jelajah

Cuaca Panas Puluhan Hektar Tanaman Cabe di Ronosentanan Siman Mati

Gema Surya FM Kamis 2 November 2023 | 15:06 WIB
Cabe gagal panen
Kurang berutung, itulah yang tepat untuk menggambarkan pateni cabe di Ronosentatanan, Siman karena gagal panen alias mati. (Foto/Yudi)

Nasib kurang beruntung dialami sejumlah petani cabe di Desa Ronosentanan, Siman. Ditengah harga cabe dipasaran naik, mereka justru rugi lantaran gagal panen.

Sedikitnya 40 hektar tanaman cabe mati membusuk. Bahkan sejumlah petani harus mencabuti tanaman cabe yang berusia 4 sampai 5 bulan tersebut yang semestinya sudah masuk masa panen raya.

Rochim salah satu petani cabe mengakui banyak tanaman yang mati diperkirakan karena cuaca panas. Selain itu juga akarnya membusuk kena jamur. Dirinya dan petani lain hanya bisa pasrah dan mencabuti tanaman cabai yang sudah mati dan yang tak bisa lagi diselamatkan/.

Jika tidak rusak, dalam sekali panen satu kotak biasanya dapat menghasilkan 70 – 90 kilogram, setiap 5 hari sekali panen.

“sekarang keadaan seperti ini mungkin satu kotak 1 sampai 2 kilogram sudah untung,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Kepala Desa Ronosentanan Agung Priyanto, matinya tanaman cabe para petani ini sudah terjadi sejak awal bulan Oktober lalu. Bahkan luas lahan yang tanaman cabe rusak lebih dari 40 hektar.

Kini petani terpaksa mengganti tanaman cabe dengan tanaman lain, seperti jagung sambil menunggu masa tanam padi. (yd/rl/ab)

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Mulai Terbayarkan Gaji ASN Bulan Januari 2024, Diawali 4 OPD
Next: Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah, 3 Pohon Roboh dan Tanah Longsor di Sejumlah Titik

Related Stories

Setyo Budiono Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Ponorogo (foto: Yudi)
  • Jelajah

Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 13:33 WIB
Rumah Terbakar di Ngunut Babadan (Foto: Salpol PP dan Damkar)
  • Headline
  • Jelajah

Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 11:00 WIB
Foto Rombongan Jamaah Haji Asal Ponorogo yang baru tiba (foto: Yudi)
  • Jelajah

Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 10:33 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.