Jelajah

Kemarau Panjang Permintaan Air Bersih di Bumdes Bekiring Meningkat

Kemarau panjang membawa berkah tersendiri bagi badan usaha milik Desa (Bumdes) Bekiring Kecamatan Pulung, pasalnya badan usaha milik Desa yang bergerak dalam penjualan air bersih ini, permintaannya membludak seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

Seperti yang dikatakan Agus Santoso Kepala Desa Bekiring, kemarau tahun ini tempat pengisian air bersih di Desanya kebanjiran pesanan, bumdes yang sudah beroperasi sejak tahun 2008 ini tiap harinya mampu mengeluarkan 600 ribu liter lebih air bersih untuk kebutuhan pelanggan dan ditambah pesanan droping air bersih ke lokasi kekeringan di wilayah ponorogo. 

“Tempat pengisian air ini milik desa, jadi kita kelola lewat bumdes. Kita dirikan awal mulai 2008, tapi belum maksimal, terus di akhir-akhir tahun ini kita maksimalkan” terangnya kepada wartawan Jum’at (20/10).

Usaha bumdes ini setiap harinya mampu mengeluarkan 600 ribu liter lebih air bersih untuk kebutuhan pelanggan dan ditambah pesanan droping air bersih ke lokasi kekeringan di wilayah Ponorogo. 

“Selain mensuplai ke pelanggan-pelanggan, ini juga ada yang meminta di beberapa wilayah yang meminta karena kekurangan air. CSR lah istilahnya.” tambahnya.

Meskipun sedang musim kemarau kata Agus kapasitas air bersih yang bersumber dari pegunungan wilis tersebut masih aman walaupun permintaan terus berdatangan, setidaknya ada 15 armada tangki air yang mengisi di tempat pengisian air bersih milik Pemerintah Desa Bekiring tersebut.

“kalau debit airnya, saya kira cukup, bertahan mas, bertahan” pungkasnya.

Sementara itu Iwan Narosid salah satu sopir truk tangki air bersih mengatakan, dikarenakan permintaan membludak, tiap hari dirinya mengisi air bersih sebanyak 5 hingga 9 kali pengisian. Untuk sekali droping air dirinya 

mendapatkan hasil Rp.350.000 hingga Rp.500.000, tergantung jarak dan medan lokasi droping air. 

“Kalau malam itu permintaan bukan isi ulang, tapi kekeringan, tapi kalau pagi sampe sore isi ulang, (wilayahnya) sampai trenggalek, wonogiri, parang magetan. ponorogo (kalau permintaan drooping)” pungkasannya.