Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2023
  • September
  • 11
  • Pertahankan Jajanan Jadul, Kelompok Wanita Trengginas Jaya Kadipaten, Bikin Usaha Jenang Tasbih
  • Jelajah

Pertahankan Jajanan Jadul, Kelompok Wanita Trengginas Jaya Kadipaten, Bikin Usaha Jenang Tasbih

Gema Surya FM Senin 11 September 2023 | 14:33 WIB
Jenang Tasbih, diklaim berasal dari Kadipaten, Babadan.
Dewi (jongkok), sedang memasarkan jenang tasbih yang diklaim berasal dari Kadipaten, Badadan. (Foto/Dewi)

Ingin mempertahankan jajanan tempo dulu yang nyaris punah, kelompok wanita Trengginas Jaya Kadipaten Babadan, bertekad membuat usaha jenang tasbih. Jenang dengan ciri khas dibungkus dengan gedebog kering  lalu dirangkai seperti tasbih tersebut diyakini berasal dari Kadipaten.

“Kami merasa prihatin, karena sekarang ini sudah sedikit terlupakan dan tidak ada peneruskan. Kami berinisiatif untuk menghidupkan kembali biar tidak punah,” jelas Dewi, ketua kelompok wanita Trengginas Jaya. 

Dewi bilang jajanan jadul itu dulunya dijual mbah-mbahnya waktu Ponorogo masih dilalui kereta api. Bahkan sampai sekarang masih ada yang produksi yakni Mbah Tukiyah yang usianya sudah 80 tahun.

Hanya saja lantaran Mbah Tukiyah sudah sepuh dan tak mampu lagi memasarkan dagangannya, akhirnya pihaknya membantu. Tujuannya, selain  mengenalkan kepada generasi muda, juga mempertahankan jajanan khas asli Kadipaten, yakni jenang tasbih.

“Kalau menurut sesepuh di sini, jenang tasbih di sini adalah generasi keempat,” imbuhnya. 

Pihaknya menjadikan Mbah tukiyah sebagai guru. Lansia tersebut kabarnya merupakan generasi ke empat di keluarganya yang masih membuat jenang tasbih atau dulunya dikenal dengan jenang kepet. (rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Ujian Praktek SIM Tak Lagi Lewati Angka 8 dan Zig -zag, Permohonan SIM Meningkat
Next: Resmikan Penulisan Mushaf, Awali Rangkaian Acara 100 Tahun Gontor

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.