HeadlineJelajah

Jalan Putus Kena Longsor, Warga Dukuh Krajan Kulon Wates Slahung Terancam Terisolir

Warga dukuh Krajan Kulon RT 22 desa Wates Slahung terancam terisolir. Ini setelah jalan sepanjang 30 meter tertutup longsoran tanah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Akibatnya warga harus mencari jalur alternatif bila ingin ke desa Slahung dengan jarak tempuh sekitar 4 hingga 5 kilometer sehingga lebih jauh.

Kepala desa Wates Slahung Suyadi menjelaskan, jalur tersebut merupakan jalan poros desa penghubung Wates dengan desa Slahung. Hujan deras yang mengguyur wilayahnya sejak 4 hari terakhir menyebabkan tanah di atas jalan yang merupakan area pertanian turun ke jalan dan menutup semua badan jalan. 

Jika tidak hujan, masih bisa dilewati pejalan kaki yang biasanya untuk anak-anak sekolah. Tapi sejak hujan turun terus-menerus, jalan becek dan licin sehingga sangat berbahaya. Tim dari BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. 

Selain jalur poros desa yang putus karena tanah longsor, hujan deras juga menyebabkankan jalan ambles di jalur Ponorogo Pacitan. Kata Suyadi ada 2 titik di jalur tersebut yang sebenarnya terjadi setiap tahunnya.

 Tapi ambles kali ini paling parah dengan kedalaman 20 meter sehingga pihaknya menempatkan warga di lokasi tersebut untuk membantu mengatur arus lalu lintas agar bergantian melewatinya.