Jelajah

Panen, Harga Jagung Tinggal Rp 4000/kg

Kekhawatiran petani jagung di Jimbe Jenangan akan anjloknya harga saat panen raya terjadi. Harga jagung kini tinggal Rp 4000/kg untuk kualitas bagus dan kering, sedangkan jika basah hanya dihargai Rp 3500/kg.  Padahal jelang panen bulan lalu masih di angka Rp 4700. 

Ipan salah satu petani setempat mengatakan, harga tersebut tentunya jauh dari kata untung dimana biaya perawatan periode tanam bulan lalu sangatlah tinggi. Selain curah hujan tinggi, pupuk mahal, serangan wereng hingga tikus harus dihadapi. Jika dikalkulasi hanya cukup untuk balik modal.

Oleh karena itu, dirinya lebih memilih untuk tidak menjual dulu hasil panen sambil menunggu harga bagus. Meski begitu bukan tanpa resiko karena jagung hanya bisa disimpan paling lama 2 bulan. Jika dalam kurun waktu itu harga tidak naik, terpaksa dijual juga berapapun harganya. Karena kalau tidak jagung akan rusak dan tambah rugi.

Masih kata Ipan, di wilayahnya mayoritas petani menanam jagung pada lahan tadah hujan. Kuantitas hasil panen kali ini juga turun karena terlalu banyak gangguan pada saat proses tanam. Bahkan ada beberapa lahan yang terpaksa diganti dengan singkong karena terus dirusak oleh tikus. Alhasil jika lahan yang seharusnya panen 1 ton, kini untuk mendapat 7 kwintal saja berat. Dirinya sangat berharap, agar pemerintah kembali menambah jatah pupuk subsidi agar biaya pupuk lebih terjangkau. Sehingga saat dihadapkan dengan turunya harga saat panen, setidaknya masih bisa untung.