Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • September
  • 7
  • Pabrik Pupuk Porinjaya di Pudak Ubah Masalah Limbah Kotoran Sapi, Jadi Kompos
  • Advertorial
  • Jelajah

Pabrik Pupuk Porinjaya di Pudak Ubah Masalah Limbah Kotoran Sapi, Jadi Kompos

Gema Surya FM Selasa 7 September 2021 | 15:02 WIB
WhatsApp Image 2021-09-07 at 14.51.47

Permasalahan limbah kotoran sapi perah di wilayah Pudak mulai terpecahkan. Ini setelah di desa yang berhawa dingin tersebut mulai berdiri Pabrik Pupuk organik dimana bahan bakunya berasal dari Limkohe -alias Limbah kotoran hewan ternak sapi sejak 5 bulan lalu. Bekerja sama dengan KUD Porinjaya, pupuk organik tersebut digunakan untuk tanaman porang diwilayah Ngrayun dan sekitarnya. Mustopo, pemilik pabrik mengatakan awalnya membuka usaha pengolahan pupuk berbahan baku Limkohe, karena prihatin. Di wilayah Pudak, ada ribuan peternak sapi perah yang setiap hari memproduksi ratusan ton kotoran.

Sayangnya ada peternak yang membuang limbah tersebut ke sungai sehingga menimbulkan pencemaran. Karenanya dengan dibantu beberapa tokoh masyarakat, dan ahli di bidang pengolahan limbah, akhirnya didirikan pabrik pupuk organik di wilayah Pudak Wetan. Hasilnya luar biasa, masalah limbah kotoran bisa teratasi meski belum bisa menyeluruh, Setidaknya dengan keberadaan pabrik membantu mengurangi tletong tersebut. Pihaknya rela mengambil kotoran sapi, dari para peternak. Dalam sehari mampu memproduksi 1-7 ton pupuk kompos.

Untuk pemasaran pihaknya menggandeng koperasi Porinjaya  yang bergelut pada tanaman porang. Sehingga yang menjadi sasarannya wilayah Ngrayun, Sawoo hingga Dolopo Madiun. Untuk harga per sak ukuran 30 kg, 35 ribu rupiah, dan ukuran 40 kg, 45 ribu rupiah. Harga tersebut termasuk murah, alias lebih rendah di bawah harga pupuk organik subsidi. Selain mengatasi pencemaran, juga bisa mngembalikan kesuburan tanah. Harapannya keberadaan pabrik pupuk organik di Pudak , sehingga bukan saja mengatasi limbah di Pudak namun juga di wilayah Sooko.

Sementara Emanuel Totok, tim ahli dari Surabaya mengatakan, jika sehari-hari Pudak menghasilkan 300 ton kotoran sapi. Jika jumlah kotoran tersebut dibuang ke sungai, tak bisa dibayangkan, dampak pencemaran yang ditimbulkan. Karenanya ketika diminta untuk mengolah limbah tersebut untuk pupuk, pihaknya mengaku siap. Apalagi program tersebut sejalan dengan pemerintah yang menggalakkan penggunaan pupuk organik untuk memulihkan struktur tanah. Sementara budidaya tanaman porang juga lagi menggeliat sehingga sangat tepat jika pupuknya memanfaatkan pupuk kompos Porinjaya.

Di sisi lain, peternak juga tak perlu resah harus kemana membuang kotoran sapinya karena pihak pabrik siap mengambilnya. Diakui jika pengolahan pupuk limkohe tersebut juga dicampur bahan-bahan lainnya seperti POC, sekam bakar, bakteri penyubur, bio urine hingga kapur dolomit. Bahan-bahan itu selain bisa memperbaiki struktur tanah dan unsur hara, juga menyuburkan serta merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tak heran, banyak petani yang mulai menggunakannya untuk tanaman padi dan hortikultura.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Terdampak Erosi Sungai, 5 Rumah Warga Morosari Sukorejo Terancam Lenyap
Next: Puluhan Peternak Ayam Petelur di Carangrejo Bangkrut, Sisa Ayam di Kandang Diobral

Related Stories

tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.