HeadlineJelajah

Dinsos Turun Tangan, Tangani Mantan PMI Asal Slahung Yang Terdampar di Batam

Dinas sosial P3A turun tangan ketika mendengar ada warga Caluk Slahung yang terlantar di Batam, OPD yang dipimpin supriyadi tersebut juga berkoordinasi dengan Dinsos setempat dan pawargo yang menolong ibu Eka Yulianti untuk bisa dipulangkan ke kampung halaman. kepada gema surya, Supriyadi menjelaskan masih dibahas proses pemulangan mantan TKW tersebut mengingat saat ini terpisah dengan kedua anaknya yang dititipkan di panti asuhan. 

Setelah nanti bisa dipertemukan dengan buah hatinya, baru dipikirkan apakah mereka bisa pulang sendiri atau harus ada pendampingan, termasuk soal pembiayaannya juga masih dikoordinasikan dengan pihak pihak terkait. Lebih lanjut dikatakan, jika pihaknya mendengar informasi ada warga ponorogo yang terlantar di batam dari gema surya, kemudian langsung berkoordinasi dengan Dinsos Batam, sedangkan keluarga di Caluk sendiri siap menerima sehingga sampai saat ini tidak ada masalah.

Sementara itu Hadi Suparno ketua warok Ponorogo perantauan  (WPP) Batam mengaku sudah menemukan kedua anak bu Eka yang bernama Rahma dan Rahmi yang berada di panti asuhan, kedua anak kembar tersebut ternyata dititipkan sejak usia 2 tahun, saat ini usia mereka sudah 9 tahun dan dalam kondisi baik dan sehat, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Ponorogo dan Dinsos untuk pemulangan mereka, dimungkinkan, nantinya yang dipulangkan terlebih dahulu, adalah bu Eka mengingat kondisinya sudah mengarah pada depresi. Seperti informasi sebelumnya, Mantan pekerja migran indonesia yang dikabarkan terlantar di dinas sosial batam, informasi yang didapat gema surya dari hadi suparno ketua warok Ponorogo perantauan (WPP) Batam, eks TKW itu atas nama  Eka Yulianti yang merupakan warga Desa Caluk Slahung  yang sempat bekerja di Malaysia.

Karena telah usai  kontraknya akhirnya tinggal di Batam bersama suami, kehidupannya akhirnya menjadi terlunta lunta pasca suaminya meninggal sebab selama ini  hidup mengontrak  sehingga ketika suaminya meninggal dunia maka tidak lagi memiliki penghasilan, bahkan anaknya juga harus dititipkan ke panti asuhan.