
2 Kebakaran Selang Waktu Kurang 24 Jam di Lokasi yang Berbeda (Foto: Bambang Supeno)
Musibah kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Ponorogo dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Dua peristiwa kebakaran terjadi berturut-turut di Kecamatan Bungkal dan Kecamatan Balong pada Jumat hingga Sabtu dini hari, 22 Agustus 2026. Kedua kejadian tersebut diduga dipicu kelalaian membuang abu dapur serta korsleting listrik.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan petugas harus memadamkan api di dua lokasi berbeda sejak Jumat siang hingga Sabtu dini hari.
“Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, kami menangani dua kejadian kebakaran di lokasi berbeda. Penyebabnya diduga karena kelalaian membuang abu dapur yang masih membara dan korsleting listrik,” ujar Bambang.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Belang, Kecamatan Bungkal. Kebakaran melahap sebuah kandang ternak milik warga yang diduga bermula dari abu dapur yang masih membara dan dibuang ke area kandang.
Setelah menerima laporan warga, petugas Damkar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Akibat kejadian tersebut, pemilik kandang mengalami luka bakar ringan. Selain itu, dua ekor kambing betina dan sekitar 100 ekor unggas turut hangus terbakar. Total kerugian materiil akibat kebakaran di Bungkal diperkirakan mencapai Rp9 juta.
Belum genap 24 jam, kebakaran kembali terjadi pada Sabtu dini hari di Dukuh Jugo, Desa Sumberejo, Kecamatan Balong. Kali ini, api menghanguskan satu unit rumah pemukiman milik Supriadi.
Bambang menjelaskan, petugas bersama dua unit armada pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan. Api berhasil dikuasai sekitar pukul 03.28 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.
“Untuk kebakaran rumah di Balong, dugaan sementara penyebabnya adalah arus pendek atau korsleting listrik. Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan memastikan sisa pembakaran dapur benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” katanya.
Damkar Ponorogo juga mengingatkan masyarakat memeriksa instalasi listrik secara berkala sebagai langkah pencegahan kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.



