
Ratusan Pejuang Garis Dua Mengantre Demi Mendapat Kurma Muda (Foto: Tiktok:Bocah_mbelieng)
Ratusan pasangan yang tengah menjalani ikhtiar mendapatkan keturunan atau pejuang garis dua rela mengantre untuk mendapatkan kurma muda yang dibagikan secara gratis oleh Wahyu Eko, warga Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Kurma muda tersebut diberikan secara cuma-cuma setiap kali pohon miliknya memasuki masa panen.
Wahyu Eko mengatakan, buah kurma yang dihasilkan dari pohonnya selalu disedekahkan kepada pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan. Jika dihitung, pohon kurma tersebut telah lebih dari enam kali berbuah dan setiap panen hasilnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau pohon kurma ini berbuah, memang saya niatkan untuk dibagikan secara cuma-cuma, terutama untuk pejuang garis dua yang sedang ikhtiar mendapatkan momongan,” ujar Wahyu Eko.
Agar proses pembagian berlangsung lebih tertib, Wahyu membuka pendaftaran terlebih dahulu melalui pesan singkat. Setiap pendaftar mendapatkan jatah tujuh buah kurma muda. Ratusan orang pun mengikuti pembagian tersebut, bahkan ada pejuang garis dua yang datang dari Gunung Kidul.
Kurma yang dibagikan memiliki warna hijau kekuningan dan dipanen ketika masih muda. Buah tersebut diyakini masyarakat memiliki manfaat untuk meningkatkan kesuburan bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan. Meski demikian, pembagian kurma tersebut dilakukan Wahyu sebagai bentuk sedekah dan membantu mereka yang tengah berikhtiar mendapatkan keturunan.
Menurut Wahyu, pohon kurma miliknya hampir setiap tahun berbuah lebat. Kondisi tersebut membuat hasil panen cukup banyak sehingga dirinya memilih membagikannya kepada siapa saja yang membutuhkan, khususnya pasangan yang sedang menjalani ikhtiar mendapatkan momongan.
“Setiap tahun pohonnya bisa berbuah lebat. Daripada hanya dinikmati sendiri, lebih baik dibagikan gratis kepada siapa saja yang membutuhkan, terutama pasangan yang sedang berusaha mendapatkan keturunan,” katanya.
Antusiasme warga dalam pembagian kurma muda tersebut cukup tinggi. Para penerima berharap buah yang diperoleh dapat menjadi bagian dari ikhtiar mereka dalam mendapatkan momongan. Sementara bagi Wahyu, kegiatan tersebut menjadi bentuk sedekah sekaligus upaya berbagi manfaat dari hasil tanaman yang dimilikinya.



