
Harga Kacang Tanah dan Gula Merah Naik (Foto: Istimewa)
Lonjakan harga bahan pokok kembali dikeluhkan para pelaku usaha mikro dan kecil. Kali ini, para pedagang sate di kawasan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, harus memutar otak akibat kenaikan harga kacang tanah dan gula merah yang menjadi bahan baku utama bumbu sate.
Ketua Paguyuban Sate Setono, Zainal Mustofa, mengungkapkan kenaikan harga kacang tanah kali ini dinilai cukup signifikan. Kacang oven matang yang sebelumnya berada di kisaran Rp42.000 hingga Rp43.000 per kilogram, kini mencapai Rp50.000 per kilogram.
Sementara itu, harga kacang goreng biasa bahkan mencapai Rp54.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp10.000 per kilogram atau mencapai 23 hingga 26 persen.
“Untuk kacang oven matang sekarang sudah sekitar Rp50.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp42.000 sampai Rp43.000. Sedangkan kacang goreng biasa mencapai Rp54.000 sampai Rp55.000 per kilogram. Kenaikannya cukup terasa bagi kami pedagang,” ujar Zainal Mustofa.
Tak hanya kacang tanah, harga gula merah yang juga menjadi bahan penting dalam pembuatan bumbu sate turut mengalami kenaikan. Menurut Zainal, harga gula merah naik sekitar 25 persen, dari sebelumnya Rp18.000 menjadi Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram.
Kondisi tersebut semakin memberatkan para pedagang sate. Terlebih, omzet penjualan dalam beberapa waktu terakhir cenderung sepi akibat kondisi ekonomi dan faktor cuaca. Kenaikan harga bahan baku membuat keuntungan pedagang semakin tertekan.
Paguyuban Pedagang Sate Setono berencana mengumpulkan para pedagang untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga batas minimum sate. Saat ini, harga sate Setono dipatok paling murah Rp15.000 untuk 10 tusuk.
Rencananya, para pedagang akan menyepakati kenaikan harga sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000. Meski demikian, keputusan tersebut masih akan dibahas bersama karena pedagang juga mempertimbangkan daya beli konsumen.
“Rencananya kami akan kumpulkan para pedagang untuk membahas harga batas minimum. Kalau melihat kenaikan bahan baku, kemungkinan ada penyesuaian sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000. Kami berharap konsumen bisa memahami karena kenaikan ini memang terjadi pada bahan baku,” kata Zainal.
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok. Dengan demikian, kenaikan biaya produksi tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.



