
Lubang Jalan di Jalan Margo Utama Demangan Siman Sering Makan Korban (Foto: Agus)
Warga RT 2 RW 2, Jalan Margo Utomo, Desa Demangan, Kecamatan Siman, Ponorogo, mengeluhkan kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Lubang yang cukup dalam dan menganga tersebut disebut telah beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas. Dalam beberapa bulan terakhir, warga mencatat sedikitnya tiga kejadian kecelakaan di lokasi tersebut.
Salah seorang warga setempat, Agus, mengatakan kecelakaan terakhir terjadi pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, selepas salat Isya. Dalam kejadian tersebut, tiga kendaraan terlibat kecelakaan setelah salah satu pengendara berusaha menghindari lubang di tengah jalan.
“Dari rekaman CCTV terlihat pengendara dari arah barat kaget melihat lubang yang menganga di depannya. Pengendara kemudian membanting setir ke kanan untuk menghindari lubang, tetapi dari arah berlawanan ada dua kendaraan sehingga akhirnya terjadi tabrakan,” ujar Agus.
Menurutnya, kecelakaan tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari lima korban tersebut, dua di antaranya mengalami luka berat.
Agus mengatakan kondisi jalan yang berlubang tersebut sudah cukup lama dikeluhkan warga. Selain membahayakan pengendara, lubang yang berada di jalur lalu lintas juga sulit terlihat ketika malam hari, terutama bagi pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan.
Jalan Margo Utomo sendiri merupakan salah satu jalur alternatif yang cukup ramai dilalui kendaraan. Karena itu, warga menilai kerusakan jalan perlu segera mendapat perhatian dan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar tidak kembali menimbulkan korban.
“Warga berharap ada perhatian dari Pemkab Ponorogo dan jalan ini bisa segera diperbaiki tahun ini. Jalur ini memang alternatif, tetapi lalu lintasnya cukup padat. Kami khawatir kalau dibiarkan, kecelakaan akan terus terjadi,” katanya.
Agus menambahkan, warga sebenarnya sudah beberapa kali berupaya menambal lubang jalan secara swadaya. Namun, upaya tersebut hanya bertahan sementara dan lubang kembali rusak. Warga berharap perbaikan dilakukan secara permanen sehingga kondisi jalan lebih aman bagi pengguna kendaraan.
Selain perbaikan fisik, warga juga meminta agar kondisi jalan dipantau secara berkala, khususnya pada titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Dengan begitu, potensi kecelakaan dapat diminimalkan dan masyarakat dapat melintas dengan lebih aman.



