
Puluhan KK di Dukuh Dungus Karangpatihan Pulung Dilanda Krisis Air Bersih (Foto: Yudi)
Puluhan kepala keluarga di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut terjadi setelah aliran air PDAM yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan warga tidak lagi mengalir. Sementara itu, sejumlah sumur warga juga mulai mengering akibat musim kemarau.
Salah seorang warga, Rida Asmawati, mengatakan sebelumnya air PDAM masih mengalir setiap dua hari sekali. Namun, debit air terus mengecil hingga akhirnya berhenti total sejak sekitar tiga minggu terakhir. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Awalnya air PDAM masih mengalir dua hari sekali, tetapi debitnya semakin kecil dan akhirnya berhenti total sekitar tiga minggu lalu. Sekarang kami harus mencari sumber air lain, sementara beberapa sumur warga juga mulai mengering,” ujar Rida Asmawati.
Menurut Rida, masih terdapat salah satu sumur warga yang memiliki air. Namun, kondisi air terlihat kotor sehingga warga khawatir menggunakannya untuk kebutuhan konsumsi. Untuk kebutuhan minum, warga memilih membeli air galon. Sedangkan untuk mandi, sebagian warga terpaksa menumpang di rumah tetangga yang sumurnya masih memiliki persediaan air.
Rida menyebut sekitar 30 kepala keluarga di RT 3 RW 1 Dusun Dungus terdampak kesulitan air bersih. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki distribusi air PDAM sekaligus menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau.
Sementara itu, warga lainnya, Soirah, mengatakan kesulitan air bersih mulai dirasakan sekitar satu bulan terakhir. Awalnya air PDAM masih mengalir, tetapi debitnya terus menurun sebelum akhirnya tidak mengalir sama sekali.
“Dalam sehari saya bisa membeli dua sampai tiga galon untuk kebutuhan mandi dan memasak. Kalau membutuhkan air lebih banyak, kami harus mengambil atau meminta air ke desa sebelah yang jaraknya sekitar satu kilometer,” kata Soirah.
Menurutnya, warga sebenarnya telah menyiapkan sejumlah wadah penampungan air di pinggir jalan. Wadah tersebut nantinya digunakan untuk menampung bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak lain. Warga berharap bantuan segera datang mengingat kebutuhan air terus meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau.



