
Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) (Foto: Yudi)
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, terus menunjukkan progres positif. Memasuki tahap akhir pelaksanaan, seluruh program fisik, termasuk bedah rumah tidak layak huni (RTLH), ditargetkan rampung seluruhnya pada 13 Agustus mendatang.
Sekretaris Desa Bulu Lor, Siti Maryam, mengatakan terdapat empat unit rumah warga yang mendapat program bedah rumah melalui kolaborasi TMMD dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Keempat penerima manfaat tersebut masuk dalam kriteria desil 1 hingga 3 dengan kondisi rumah yang sebelumnya cukup memprihatinkan.
“Total ada empat rumah tidak layak huni yang dipugar. Kondisi awalnya memang sangat memprihatinkan, sebagian besar berdinding bambu dan masih berlantai tanah. Keempat rumah tersebut berada di RT yang berbeda,” ujar Siti Maryam.
Menurutnya, salah satu rumah yang sempat mendapat perhatian adalah milik Hadi, seorang pekerja serabutan yang tinggal bersama anaknya yang baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah dasar. Sebelum mendapat bantuan, kondisi tempat tinggal Hadi jauh dari standar hunian layak. Bahkan, fasilitas sanitasi masih harus menumpang di rumah kerabat yang berada di sekitar tempat tinggalnya.
Namun, melalui program TMMD yang didukung BAZNAS tersebut, kondisi rumah Hadi dan tiga penerima manfaat lainnya kini jauh lebih baik. Rumah yang sebelumnya sederhana dan kurang layak secara bertahap diperbaiki sehingga dapat digunakan sebagai tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
“Sekarang Pak Hadi dan warga penerima manfaat lainnya sudah bisa menempati rumah yang lebih layak dan aman. Walaupun untuk fasilitas sanitasi masih menumpang di rumah kerabat, kami berharap ke depan kebutuhan tersebut juga bisa terpenuhi,” jelasnya.
Siti menambahkan, seluruh pengerjaan fisik terus dikebut agar tidak melewati batas waktu pelaksanaan TMMD. Pemerintah Desa Bulu Lor optimistis empat unit rumah tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sebelum program TMMD resmi ditutup.
Program bedah rumah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat penerima manfaat, khususnya warga yang berada dalam kelompok ekonomi paling rentan.



