
Serapan Beras sudah Capai 76.000 ton di Bulan Agustus (Foto: Yudi)
Hingga awal Agustus 2026, Perum Bulog Cabang Ponorogo telah menyerap sebanyak 76.000 ton beras atau sekitar 96 persen dari target pengadaan sebesar 79.000 ton yang ditetapkan pemerintah. Capaian tersebut membuat Bulog optimistis target penyerapan dapat terpenuhi 100 persen sebelum akhir Agustus. Optimisme itu didukung masih berlangsungnya panen gadu di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo yang menjadi salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur.
Pemimpin Bulog Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan proses penyerapan gabah dan beras dari petani hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Untuk mengantisipasi kapasitas gudang utama yang mulai penuh, Bulog juga telah menyewa gudang tambahan agar proses penampungan hasil panen petani tetap dapat dilakukan secara maksimal. Langkah tersebut diambil agar penyerapan tidak terhambat dan petani tetap memperoleh kepastian pasar bagi hasil panennya.
“Hingga awal Agustus serapan beras kami sudah mencapai sekitar 76.000 ton atau 96 persen dari target 79.000 ton. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai 100 persen pada akhir bulan karena panen gadu di Ponorogo masih berlangsung dan proses penyerapan sejauh ini berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti,” ujar Budiwan Susanto.
Menurut Budiwan, saat ini total stok beras yang dikelola Bulog Cabang Ponorogo mencapai sekitar 101.000 ton. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari stok pengadaan sebelumnya dengan hasil penyerapan terbaru. Dengan ketersediaan beras yang melimpah, Bulog memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah kerjanya tetap aman hingga Lebaran mendatang. Bahkan, Bulog Ponorogo juga siap membantu pemerataan pasokan beras ke daerah lain yang membutuhkan.
“Total stok beras yang kami kelola saat ini mencapai sekitar 101.000 ton. Jumlah tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga Lebaran mendatang. Selain untuk kebutuhan lokal, kami juga siap mengirimkan beras ke wilayah Bulog lain, termasuk di luar Pulau Jawa, sebagai bagian dari pemerataan pasokan nasional,” kata Budiwan Susanto.
Bulog berharap penyerapan hasil panen petani dapat terus berjalan optimal hingga akhir musim panen. Dengan stok yang melimpah dan distribusi yang terjaga, stabilitas pasokan serta harga beras di tingkat masyarakat diharapkan tetap terkendali sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.



