
20 Rumah Tidak Layak Huni di Sambit dan Jenangan akan mendapatkan Bantuan Rehabilitasi dari APBD (Foto: Yudi)
Sebanyak 20 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Ponorogo tahun ini mendapat bantuan rehabilitasi melalui Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS). Program tersebut menyasar dua unit rumah di Kecamatan Sambit dan 18 unit rumah di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Rehabilitasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan kawasan permukiman kumuh secara terpadu yang dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Kepala Bidang Perumahan dan Tata Bangunan DPUPKP Ponorogo, Reni Damayanti, mengatakan seluruh penerima bantuan tahun ini memperoleh anggaran sebesar Rp20 juta per rumah yang bersumber dari APBD Tahun 2026. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas rumah melalui perbaikan bagian-bagian utama bangunan, seperti lantai, dinding, dan atap. Karena kondisi setiap rumah berbeda, bentuk penanganan yang dilakukan juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.
“Program ini merupakan bagian dari penanganan permukiman kumuh skala kawasan melalui Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya. Setiap rumah memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta dari APBD 2026. Penanganannya difokuskan pada perbaikan lantai, dinding, dan atap, sehingga bentuk rehabilitasi setiap rumah tidak selalu sama karena disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Reni Damayanti.
Menurut Reni, pelaksanaan rehabilitasi di Kecamatan Sambit kini hampir selesai. Dua rumah yang menjadi sasaran program telah mencapai progres sekitar 80 persen pada pekan lalu. Sementara itu, pembangunan 18 rumah di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, masih terus dikebut dengan rata-rata progres pekerjaan sudah melebihi 30 persen. Pemerintah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga rumah-rumah tersebut segera dapat ditempati dengan kondisi yang lebih layak dan aman.
“Untuk dua unit rumah di Kecamatan Sambit progresnya sudah mendekati selesai, sedangkan 18 unit di Kelurahan Setono saat ini terus dikerjakan dengan rata-rata progres lebih dari 30 persen. Kami berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar sehingga masyarakat segera dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” kata Reni.
Sebagai informasi, jumlah rumah yang direhabilitasi pada tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program serupa hanya menyasar 13 unit rumah yang tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Kecamatan Kauman dan Balong.



