
Kebakaran di Desa Paringan Jenangan (Foto: Wendi)
Kebakaran lahan terjadi di perbatasan Dukuh Bagusan dengan Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Minggu (2/8/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga di empat RT karena kobaran api dengan cepat meluas dan mendekati permukiman penduduk. Beruntung, warga bergerak cepat melakukan pemadaman secara gotong royong sehingga api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah. Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi kembali aman.
Kepala Desa Paringan, Wendi, mengatakan kebakaran diduga bermula dari kawasan hutan kayu putih sebelum akhirnya merembet ke lahan pertanian milik warga. Api dengan cepat membakar tanaman jagung, ketela pohon, rumpun bambu, hingga sejumlah pohon jati. Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 20 hektare. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran tersebut masih didata oleh pemerintah desa bersama instansi terkait.
“Api diduga berasal dari kawasan hutan kayu putih, kemudian merembet ke lahan milik warga yang ditanami jagung, ketela, bambu, dan pohon jati. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Beruntung warga bergerak cepat sehingga api tidak sampai masuk ke permukiman,” ujar Wendi.
Menurut Wendi, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihaknya belum bisa memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam akibat musim kemarau atau karena kelalaian manusia. Yang jelas, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sekaligus pendataan kerugian yang dialami masyarakat terdampak.
“Untuk penyebabnya kami belum bisa memastikan apakah karena faktor alam atau ulah manusia. Yang jelas, kejadian ini sudah kami laporkan ke BPBD Ponorogo. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan,” kata Wendi.
Pemerintah Desa Paringan berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dengan tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan menggunakan api. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya kebakaran yang dapat merusak lahan pertanian serta mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.



