
Ratusan Warga Desa Munggu Bungkal Mulai Dilanda Krisis Air Bersih (Foto: Istimewa)
Sebanyak 125 kepala keluarga (KK) atau sekitar 250 jiwa di RT 01 dan RT 02 RW 05 Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga telah mengering, sehingga kebutuhan air bersih untuk memasak dan minum kini bergantung pada bantuan dropping air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Hingga awal Agustus 2026, BPBD telah rutin mengirimkan bantuan air bersih satu kali setiap pekan menggunakan truk tangki lengkap dengan terpal penampungan dan jeriken.
Sekretaris Desa Munggu, Suprianto, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli lalu. Pemerintah desa langsung mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD Ponorogo agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Untuk sementara, bantuan satu truk tangki air setiap pekan masih dinilai mencukupi. Namun, BPBD juga telah menyatakan siap menambah pasokan apabila kebutuhan warga terus meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau.
“Ada sekitar 125 kepala keluarga atau kurang lebih 250 jiwa yang terdampak kekeringan. Sejak Juli kami sudah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD dan sampai sekarang rutin dikirim satu tangki setiap minggu. Jika nantinya masih kurang, BPBD juga siap menambah pasokan sesuai kebutuhan warga,” ujar Suprianto.
Menurut Suprianto, wilayah Dukuh Bungur memang menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau panjang. Tahun lalu, pemerintah sebenarnya telah berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan membangun sumur bor. Namun, hasilnya belum maksimal karena debit air yang keluar sangat kecil sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, hingga kini warga masih bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.
“Air bantuan dari BPBD sementara ini hanya cukup untuk kebutuhan memasak dan minum. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa mencari sumber air di pegunungan atau meminta ke rumah warga lain yang sumber airnya masih tersedia. Kami berharap ada solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan ini tidak terus berulang setiap tahun,” kata Suprianto.
Pemerintah Desa Munggu berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu lama dan pasokan air bersih dari BPBD tetap tersedia hingga sumber mata air kembali mengalir. Selain itu, desa juga berharap adanya solusi permanen agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau tiba.



