
Pelaku UMKM Laris Manis (Foto: Ichwanul Abrori)
Pelaksanaan Hari Bermuhammadiyah Gembira yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Ahad (2/8/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Muhammadiyah dan pengajian akbar. Kegiatan yang menghadirkan Ustaz Wijayanto, M.A. tersebut juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memadati kawasan kampus untuk menjajakan berbagai produk kuliner, fesyen, hingga aneka suvenir. Ramainya pengunjung membuat banyak pedagang mengaku memperoleh omzet yang menggembirakan.
Salah seorang pelaku usaha asal Kecamatan Babadan, Sutartin, mengaku dagangan berupa tape yang dibawanya laris terjual. Dalam kegiatan tersebut, ia membawa lebih dari 100 mika tape dan seluruhnya habis dibeli pengunjung dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri pengajian sekaligus mengunjungi stan UMKM menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang.
“Alhamdulillah saya membawa lebih dari 100 mika tape dan semuanya habis terjual. Pengunjungnya ramai sekali, sehingga dagangan cepat laku. Semoga kegiatan seperti Hari Bermuhammadiyah Gembira ini bisa terus diadakan secara rutin karena sangat membantu meningkatkan penjualan para pelaku UMKM,” ujar Sutartin.
Tidak hanya pedagang kuliner, pelaku usaha oleh-oleh khas haji juga merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Ikhwanul Abrori mengaku sempat ragu untuk membuka stan karena khawatir pengunjung lebih fokus mengikuti pengajian. Namun setelah memberanikan diri berjualan, berbagai produknya seperti boneka unta, cokelat Dubai, nasi kebuli, dan aneka oleh-oleh khas haji justru laris diburu pengunjung sejak pagi hingga acara berakhir.
“Awalnya saya sempat ragu untuk ikut berjualan, tetapi ternyata respons pengunjung sangat luar biasa. Produk seperti boneka unta, cokelat Dubai, nasi kebuli, dan oleh-oleh haji banyak diminati. Harapan kami, kegiatan Hari Bermuhammadiyah Gembira bisa digelar rutin, misalnya sebulan sekali, sehingga UMKM memiliki lebih banyak kesempatan untuk memasarkan produknya,” kata Ikhwanul Abrori.
Selain menjadi sarana dakwah dan mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah, Hari Bermuhammadiyah Gembira juga menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran ratusan pelaku UMKM dan ribuan pengunjung menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut turut menggerakkan roda perekonomian lokal di Kabupaten Ponorogo.



