
Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kandang Sapi dan Kambing (Foto: Nuri Prasetyo)
Lagi-lagi kebakaran dipicu aktivitas membakar sampah. Kali ini, sebuah kandang sapi dan kambing milik Sukiman di RT 02 RW 01, Dukuh Asemlegi, Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun ternak yang mati dalam kejadian tersebut. Dua ekor sapi dan sejumlah kambing berhasil diselamatkan warga setelah talinya dilepas sehingga ternak dapat keluar dari kandang sebelum api membesar.
Kepala Desa Plancungan, Nuri Prasetyo, mengatakan kebakaran diduga bermula saat istri pemilik kandang membakar sampah di sekitar lokasi, kemudian meninggalkannya. Api diduga masih menyala dan merembet ke tumpukan bonggol jagung kering serta jerami yang digunakan sebagai pakan ternak. Karena bangunan kandang sebagian besar terbuat dari kayu, kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan.
“Kebakaran diduga berawal dari pembakaran sampah yang dilakukan istri pemilik kandang, kemudian ditinggal pergi. Di sekitar lokasi terdapat bonggol jagung kering dan jerami sehingga api dengan cepat merambat ke kandang yang sebagian besar berbahan kayu,” ujar Nuri Prasetyo.
Mengetahui adanya kebakaran, warga sekitar langsung berdatangan untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Selain berupaya menjinakkan kobaran api, warga juga fokus menyelamatkan ternak yang berada di dalam kandang dengan melepaskan tali pengikatnya. Beruntung lokasi kandang berada cukup jauh dari permukiman penduduk sehingga api tidak sempat merembet ke rumah warga. Namun, posisi kandang yang berdekatan dengan kandang ternak milik warga lain sempat menimbulkan kekhawatiran api akan meluas.
Akibat kejadian tersebut, bangunan kandang beserta sejumlah perlengkapan peternakan hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta. Pemerintah desa mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan sangat kering dan mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api saat membakar sampah. Musim kemarau membuat ranting, jerami, dan pakan ternak menjadi sangat mudah terbakar. Sedikit kelalaian saja bisa menyebabkan kebakaran dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit,” tegas Nuri Prasetyo.



