Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Juli
  • 27
  • Petani Keramba di Telaga Ngebel Lakukan Panen Dini, Jual Ikan dengan Harga Murah
  • Headline
  • Jelajah

Petani Keramba di Telaga Ngebel Lakukan Panen Dini, Jual Ikan dengan Harga Murah

Gema Surya FM Senin 27 Juli 2026 | 11:53 WIB
Petani Keramba di Telaga Ngebel Lakukan Panen Dini (Foto: Langgeng)

Petani Keramba di Telaga Ngebel Lakukan Panen Dini (Foto: Langgeng)

Tak ingin menanggung kerugian yang lebih besar, para petani keramba di Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, terpaksa memanen lebih awal ikan nila yang mereka budidayakan. Keputusan tersebut diambil menyusul fenomena upwelling yang semakin parah dalam lima hari terakhir dan menyebabkan banyak ikan mengalami mabuk hingga mati. Akibat panen dini tersebut, petani harus menjual hasil panennya dengan harga jauh di bawah harga normal.

Salah seorang petani keramba di Desa Gondowido, Langgeng, mengatakan fenomena upwelling kali ini datang lebih cepat dibanding biasanya. Kondisi tersebut membuat kadar oksigen di perairan menurun sehingga ikan di dalam keramba mengalami stres, mabuk, bahkan mati. Demi mengurangi kerugian, para petani memilih memanen ikan yang masih hidup meski ukurannya belum maksimal.

“Begitu ikan di keramba mulai mabuk, kami langsung panen lebih awal supaya kerugiannya tidak semakin besar. Biasanya ikan nila kami jual sekitar Rp30.000 per kilogram, tetapi sekarang hanya laku antara Rp15.000 sampai Rp20.000 per kilogram karena kondisinya darurat. Kalau tidak segera dijual, ikan bisa mati semua,” ujar Langgeng.

Ia menjelaskan, ikan nila berukuran besar menjadi yang paling banyak terdampak fenomena tersebut. Sementara ikan yang ukurannya masih di bawah dua ruas jari relatif lebih mampu bertahan hidup. Meski demikian, jumlah ikan yang selamat terus berkurang seiring kondisi perairan yang belum kembali normal.

Menurut Langgeng, fenomena belerang naik dan upwelling sebenarnya hampir selalu terjadi setiap tahun di Telaga Ngebel. Namun, umumnya peristiwa itu baru muncul pada Agustus sehingga petani masih memiliki waktu untuk mempersiapkan panen. Tahun ini, fenomena datang lebih awal sehingga banyak ikan yang belum memasuki usia panen dan petani tidak sempat melakukan langkah antisipasi secara maksimal.

“Biasanya upwelling terjadi sekitar Agustus, sehingga kami sudah bersiap memanen ikan. Tahun ini datang lebih cepat, jadi kami benar-benar kelabakan. Sempat kami coba mengocor keramba dengan air untuk menambah oksigen, tetapi hasilnya tidak maksimal. Sekarang ikan yang tersisa di keramba saya tinggal sekitar 20 persen dan ukurannya masih kecil. Kami hanya berharap ikan yang masih hidup bisa bertahan sampai kondisi telaga kembali normal,” pungkasnya.

Para petani keramba berharap fenomena upwelling segera berakhir agar kualitas perairan Telaga Ngebel kembali membaik. Dengan begitu, sisa ikan yang masih bertahan dapat tumbuh normal dan kerugian yang dialami petani tidak semakin besar.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.