
proses evakuasi ular piton (Foto: Yudi)
BPBD Ponorogo mengevakuasi seekor ular sanca kembang yang terjepit kawat kandang ayam milik Joko Purwanto, warga Jalan Merapi, Kelurahan Nologaten, Minggu sore 7 Juni 2026. Saat ditemukan, ular sepanjang sekitar 2,5 meter itu dalam kondisi lemas dan kurus.
Tim Evakuasi BPBD Ponorogo, Gilang Gemilang, mengatakan ular tersebut diduga telah terjebak selama sekitar satu pekan setelah berusaha masuk ke dalam kandang ayam.
“Diduga ular ini hendak masuk ke kandang ayam untuk mencari mangsa. Namun tubuhnya justru terjepit di sela-sela kawat kandang sehingga tidak bisa bergerak bebas. Saat kami datang kondisinya sudah lemas dan terlihat kurus,” ujar Gilang.
Ia menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi tubuh ular terjepit cukup kuat. Petugas akhirnya harus membongkar sebagian konstruksi kandang agar ular dapat dikeluarkan dengan aman.
“Kami sempat mengalami kesulitan saat evakuasi sehingga beberapa bagian kandang harus dibongkar. Setelah berhasil dikeluarkan, ular langsung diamankan untuk mendapatkan perawatan sementara,” tambahnya.
Menurut Gilang, ular tersebut akan direhabilitasi terlebih dahulu hingga kondisinya pulih sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Sementara itu, pemilik kandang ayam, Joko Purwanto, mengatakan keberadaan ular pertama kali diketahui oleh istrinya saat berada di dapur beberapa hari lalu.
“Istri saya yang pertama kali melihat. Awalnya dikira ada sesuatu di sekitar kandang ayam. Setelah dicek ternyata ada ular yang terjepit kawat dan sudah dalam kondisi lemas,” kata Joko.
Ia menduga ular tersebut bersembunyi di area kandang ayam saat hendak mencari mangsa. Karena tidak bisa melepaskan diri, ular akhirnya bertahan dalam kondisi terjepit hingga petugas datang melakukan evakuasi.



