
Beras SPHP di Pasar Legi (foto: Yudi)
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Legi Ponorogo dilaporkan kosong dalam dua pekan terakhir. Sejumlah pedagang mengaku belum menerima kiriman beras SPHP dari Bulog, padahal permintaan masyarakat terhadap beras subsidi tersebut cukup tinggi.
Harmini, salah satu pedagang beras di Pasar Legi, mengatakan biasanya dirinya mendapat pasokan beras SPHP hingga satu ton. Namun dalam dua pekan terakhir belum ada kiriman yang masuk.
“Sudah sekitar dua minggu ini belum ada kiriman beras SPHP dari Bulog. Biasanya saya bisa mendapat pasokan sampai satu ton, tetapi sekarang stok benar-benar kosong,” ujar Harmini.
Menurutnya, banyak pelanggan yang menunda pembelian karena menunggu beras SPHP yang harganya lebih terjangkau dibanding beras medium lainnya.
“Banyak pelanggan yang mencari beras SPHP. Karena harganya lebih murah, mereka memilih menunggu daripada membeli beras jenis lain,” katanya.
Harmini menjelaskan, saat stok tersedia dirinya membatasi pembelian maksimal dua kemasan per pembeli. Setiap kemasan berisi 5 kilogram beras yang dijual seharga Rp57.500 atau sekitar Rp11.500 per kilogram. Sementara beras medium non-SPHP dijual sekitar Rp68 ribu per kemasan 5 kilogram.
“Kami berharap Bulog segera mengirim lagi beras SPHP karena masyarakat banyak yang membutuhkan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Suhartiningsih, pedagang beras lainnya di Pasar Legi Ponorogo. Ia mengaku stok beras SPHP juga kosong di lapaknya sejak dua pekan terakhir.
“Informasi yang saya terima, stok beras di gudang Bulog sebenarnya masih ada. Hanya saja kemasannya yang terbatas sehingga distribusinya belum berjalan normal,” ujar Suhartiningsih.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap beras SPHP tidak lepas dari harganya yang lebih murah dibanding beras medium lainnya di pasaran.
“Peminatnya memang tinggi karena selisih harganya cukup terasa bagi masyarakat. Jadi ketika stok kosong, banyak pembeli yang menanyakan kapan beras SPHP tersedia lagi,” pungkasnya.



