
Jemaah KBIHU (Foto: H. Tantowi Mudhofar SHI. MAg)
Dilaporkan oleh Tantowi, pelaksanaan lempar jumroh jemaah KBIHU Surya Mabrur secara umum berjalan lancar meski sempat mengalami kendala di awal perjalanan.
Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan dari hotel yang semula pukul 17.00 dimajukan menjadi pukul 11.00 setelah dhuhur. Perubahan tersebut merupakan kebijakan dari pihak syarikah dan sempat membuat sebagian jemaah kebingungan.
“Meski ada perubahan jadwal, secara keseluruhan keberangkatan tetap berjalan lancar dan jemaah bisa mengikuti rangkaian ibadah dengan baik,” ujarnya.
Sebanyak 118 jemaah KBIHU Surya Mabrur diberangkatkan menuju Mina untuk melaksanakan tarwiyah, kemudian dilanjutkan ke Arafah. Selama di Arafah, jemaah dibagi ke dalam tiga tenda dan seluruh rangkaian wukuf berjalan lancar hingga menjelang magrib.
Setelah wukuf, sekitar pukul 00.30 dini hari, jemaah diarahkan bergerak menuju Mina guna mengurangi kepadatan di Muzdalifah sesuai anjuran pemerintah.
Tantowi menambahkan, pihaknya telah melakukan mitigasi kepada jemaah agar memperhatikan rambu-rambu saat pelaksanaan lempar jumroh aqabah pada 10 Zulhijah, mengingat mayoritas jemaah baru pertama kali berhaji.
“Di hari pertama masih ada beberapa jemaah, terutama lansia, yang tersesat karena memaksakan diri melempar jumroh sendiri. Padahal sudah kami anjurkan untuk diwakilkan,” jelasnya.
Namun pada hari kedua, kondisi sudah lebih tertib dan tidak ada lagi laporan jemaah yang tersesat.
Sementara itu, untuk pelaksanaan ifadah, baru sebagian kecil jemaah yang telah menunaikannya. Untuk nafar akhir, jemaah dijadwalkakan dijemput sekitar pukul 07.00.
Hingga saat ini, sekitar 35 persen jemaah telah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun haji, sementara lainnya masih menunggu, salah satunya karena keterbatasan operasional bus sholawat.
Dari sisi kesehatan, sekitar 97 persen jemaah dalam kondisi sehat. Meski demikian, masih ada beberapa yang membutuhkan pendampingan tenaga medis di hotel.
“Pada hari pertama ada sepasang suami istri yang kelelahan akibat perjalanan dan cuaca panas, sempat tersesat dan harus mendapat perawatan infus di klinik,” pungkasnya.



