
Dinas Pendidikan menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Rutan Kelas IIB Ponorogo tentang Program Pendidikan Kesetaraan. (Foto/Kiriman Yeni)
PONOROGO – Puluhan warga binaan di Rutan Ponorogo siap mengikuti pendidikan nonformal melalui program Kejar Paket. Hal ini dilakukan setelah Dinas Pendidikan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rutan Kelas IIB Ponorogo tentang Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan C) pada Senin (20/4/26).
Kabid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan, Yeni Widiastuti, mengungkapkan bahwa ada sekitar 63 warga binaan yang akan mengikuti pendidikan Kejar Paket.
Rinciannya adalah Kejar Paket A sekitar 6 orang, Kejar Paket B sebanyak 28 orang, dan Kejar Paket C sebanyak 29 orang.
Lebih lanjut dikatakan, program Kejar Paket ini memang menyasar penghuni rutan yang putus sekolah agar tetap mendapatkan hak pendidikan dan bekal keterampilan saat mereka bebas nanti.
Sama halnya dengan sekolah formal, mereka akan mendapatkan pelajaran yang sama sesuai dengan tingkatan sekolahnya, bahkan juga mendapatkan ijazah kesetaraan.
Paket A setara dengan ijazah SD, Paket B setara dengan ijazah SMP, dan Paket C setara dengan ijazah SMA.
Ijazah tersebut bisa digunakan untuk melamar pekerjaan ataupun meneruskan studi setelah bebas. Adapun untuk teknisnya nanti, lanjut Yeni, akan menggunakan dua metode, yakni tatap muka dan belajar mandiri. (rl/ab)



