
Budiwan dalam keterangannya kepada Gema Surya terkait stok Minyakita di Pasar Legi yang berkurang. (Gema Surya/Yudi)
PONOROGO – Distribusi minyak goreng merek Minyakita di Pasar Legi, Ponorogo, terbatas. Jika biasanya sekali pengiriman pedagang yang bermitra dengan Bulog mendapat pasokan 30–50 karton, kini hanya 10–20 karton per kios.
Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengakui jika jumlah Minyakita yang didistribusikan ke pedagang berkurang karena menyesuaikan stok yang tersedia.
Di bulan April ini, pengiriman stok hanya 100 ribu liter, namun setiap minggu pihaknya tetap melakukan pengiriman. Padahal, bulan Maret lalu Bulog Ponorogo memiliki stok 200–300 ribu liter Minyakita.
Budiwan mengungkapkan, berkurangnya pasokan Minyakita terjadi karena sejumlah faktor. Salah satunya, pada April ini Bulog mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.
Di samping itu, Bulog juga memiliki tugas untuk mendistribusikan Minyakita di sejumlah lokasi yang menjadi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Hal ini juga yang dilakukan oleh pabrik sebagai produsen dalam melakukan penugasan tersebut.
Pihaknya berharap akhir April atau awal Mei nanti pasokan Minyakita melimpah, sehingga penyalurannya pun juga banyak.
Sementara itu, berdasarkan pemantauannya, harga Minyakita di Pasar Legi Ponorogo sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Adapun di Pasar Legi Ponorogo, terdapat 24 kios yang menjadi agen Minyakita. (yd/rl/ab)



