
Harga minyak goreng baru terasa ikut naik, kabarnya imbas ketegangan timur tengah yang masih berlansung. (Gema Surya/Yudi)
PONOROGO – Harga minyak goreng premium mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kabarnya, kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh ketegangan antara Iran melawan Amerika Serikat. Berdasarkan pantauan, harga minyak goreng premium di Pasar Legi kini berkisar antara Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per liter, padahal sebelumnya hanya Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
Wiwik Setyowati, seorang pedagang kelontong di Pasar Legi, mengatakan bahwa akibat kenaikan harga minyak goreng premium ini, dirinya harus menanggung rugi saat akan kembali melakukan stok barang (kulakan).
Hal ini dikarenakan perubahan harga minyak goreng premium yang terjadi sangat cepat.
Lanjutnya, kenaikan harga minyak goreng ini diduga merupakan imbas dari ketegangan Iran melawan Amerika Serikat. Selain harga yang naik, stok minyak goreng premium dari distributor (sales) pun kini terbatas.
Alasan dari pihak distributor, stok memang terbatas sehingga harus dibagi rata dengan pedagang lainnya.
Sementara itu, meskipun harga Minyakita berada di angka Rp15.700 per liter atau bisa dikatakan normal di Pasar Legi, namun pasokan dari Bulog kepada pedagang sangat terbatas. Jika biasanya pedagang bisa mendapatkan hingga 30 dus, saat ini mereka hanya menerima 10 dus saja.
Hal senada juga diungkapkan oleh Imam, pedagang kelontong lainnya. Ia menyebut harga minyak goreng premium mengalami kenaikan dari harga sebelumnya, di mana di Pasar Legi saat ini mencapai Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per liter.
Menurut Imam, harga Minyakita memang masih Rp15.700 per liter, namun stok dari Bulog sangat terbatas karena pengirimannya jauh berkurang. Jika biasanya ia memperoleh 30 dus, kini hanya mendapatkan 10 dus saja. (yd/rl/ab)



