
Setidaknya 113 calon jamaah haji (CJH) asal Ponorogo tahun 2026 masuk kategori berisiko tinggi (risti) dari total 565 jemaah yang akan berangkat. Kondisi ini menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo untuk mematangkan persiapan, terutama terkait kesehatan dan kesiapan fisik para jemaah.
Kepala Kantor Kemenhaj Ponorogo, Marjuni, mengatakan jumlah jemaah berisiko tinggi mencapai sekitar 20 persen dari total CJH yang diberangkatkan tahun ini. Kategori risti umumnya meliputi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Data Kemenhaj mencatat, jemaah tertua tahun ini berusia 91 tahun, yakni Robiah, warga Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo. Sementara itu, terdapat pula jemaah termuda berusia 16 tahun yang berasal dari Desa Bajang, Kecamatan Mlarak.
Meski jumlah jemaah risti cukup signifikan, seluruh CJH Ponorogo tetap dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama melalui Embarkasi Juanda. Mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 19 dan kloter 20.
Direncanakan, kloter 19 akan diisi penuh oleh jemaah asal Ponorogo sebanyak 380 orang ditambah petugas haji. Sedangkan sisanya akan tergabung dalam kloter 20 bersama jemaah dari Magetan dan Sidoarjo.
Sekedar informasi jadwal keberangkatan, kloter 19 akan diberangkatkan pada 26 April 2026 pukul 01.00 WIB dini hari dan ditargetkan tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pukul 06.00 WIB. Sementara kloter 20 berangkat di hari yang sama pukul 07.30 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 12.00 WIB,



