
Sebanyak 9 warga Dukuh Boto, Desa Gelang Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, dilaporkan terserang chikungunya. Para penderita mengeluhkan demam tinggi secara mendadak, disertai nyeri pada persendian, sakit kepala, hingga mual.
Sekretaris Desa Gelang Lor, Widyo Jiwandani, saat dikonfirmasi membenarkan adanya warga yang terjangkit penyakit tersebut. Menurutnya, mayoritas penderita merupakan orang dewasa.
“Benar, ada 9 warga Dukuh Boto yang terkena chikungunya dan sebagian besar merupakan warga dewasa. Mereka mulai terserang sejak sekitar sepekan terakhir,” ujar Widyo.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk ke pemerintah desa, seluruh warga yang terpapar saat ini masih menjalani pengobatan jalan. Meski demikian, sempat ada satu warga yang direkomendasikan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.
“Memang ada satu warga yang sempat direkomendasikan rawat inap, tetapi karena tidak ada keluarga yang bisa menunggu di rumah sakit, akhirnya diperbolehkan menjalani rawat jalan,” imbuhnya.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah desa telah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kebersihan lingkungan melalui kerja bakti dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kami sudah mengimbau warga untuk kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan, melakukan PSN, dan juga sudah melaksanakan fogging di 4 RT supaya wabah chikungunya ini tidak meluas,” tegas Widyo.
Langkah cepat tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran chikungunya dan mencegah munculnya kasus baru di wilayah Desa Gelang Lor.



