
Pasca libur Lebaran, banyak warga Ponorogo terserang influenza. Indikasinya terlihat dari meningkatnya permintaan obat flu dan batuk di sejumlah apotek yang naik sekitar 20 hingga 30 persen dibanding hari biasa.
Arif Nasruhan, pemilik beberapa apotek di kawasan kota mengatakan, kenaikan paling terasa pada obat batuk pilek yang mengandung paracetamol, dekongestan, ekspektoran, dan antihistamin.
Arif Nasruhan, pemilik apotek mengatakan, “Setelah Lebaran ini memang ada kenaikan permintaan obat flu dan batuk sekitar 20 sampai 30 persen. Yang paling banyak dicari masyarakat obat yang mengandung paracetamol, dekongestan, ekspektoran, dan antihistamin.”
Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan tahun lalu. Biasanya usai Lebaran permintaan yang meningkat justru obat maag atau diare, namun tahun ini lebih banyak masyarakat mengalami gejala flu dan batuk.
Selain faktor cuaca, kondisi tersebut diperkirakan dipicu konsumsi gula berlebih selama Lebaran. Banyaknya konsumsi jajanan dan kue-kue manis dapat memicu peradangan di dalam tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah dan virus maupun bakteri lebih mudah menyerang.
“Kalau tubuh mengalami peradangan karena konsumsi gula berlebih, imunitas bisa turun. Saat daya tahan tubuh lemah, virus dan bakteri jadi lebih mudah masuk,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, sebenarnya virus flu bisa sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuh meningkat. Karena itu masyarakat disarankan cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, vitamin bila perlu, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.
Selain itu, warga yang memiliki alergi juga diimbau tetap mengenakan masker agar gejala tidak semakin parah.



