
Libur panjang Lebaran 2026 diprediksi akan memicu lonjakan wisatawan di kawasan Telaga Ngebel, Ponorogo. Ribuan pengunjung diperkirakan memadati destinasi unggulan tersebut, dengan puncak kunjungan terjadi pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudparpora Ponorogo, Dwi Santoso, mengatakan bahwa tanggal 24 Maret menjadi salah satu titik puncak karena bertepatan dengan hari terakhir libur Lebaran.
“Puncak kunjungan diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, karena merupakan hari terakhir libur Lebaran, sehingga masyarakat akan berbondong-bondong berwisata ke Telaga Ngebel,” ujar Dwi Santoso.
Selain itu, lonjakan wisatawan juga diperkirakan kembali terjadi pada akhir pekan pasca-Lebaran, yakni Sabtu hingga Ahad, 28–29 Maret 2026.
“Setelah Lebaran, pada tanggal 28–29 Maret 2026 juga diprediksi terjadi peningkatan pengunjung karena bertepatan dengan akhir pekan,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya wisatawan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya melalui rapat koordinasi yang melibatkan pedagang, penyedia jasa, hingga pengelola hotel dan restoran di kawasan Telaga Ngebel.
“Kami tidak ingin ada oknum yang justru merusak citra pariwisata, seperti menaikkan harga secara tidak wajar atau memberikan pelayanan yang asal-asalan,” tegasnya.
Selain itu, sejumlah titik rawan kemacetan juga telah dipetakan, mulai dari pintu masuk kawasan loket, area sub terminal Ngebel, hingga kawasan lapangan telaga. Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah pun akan diberlakukan.
“Kami harap masyarakat dapat mengikuti petunjuk yang ada agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.
Tak hanya itu, sektor parkir juga menjadi perhatian. Pemkab Ponorogo tidak hanya mengandalkan lahan parkir resmi, tetapi juga berkoordinasi dengan warga setempat yang menyediakan jasa parkir swasta.
“Kami minta pengelola parkir tetap menerapkan tarif sesuai standar, sekaligus memastikan keamanan kendaraan wisatawan,” pungkasnya.



