
Harga cabai rawit yang sempat melambung hingga Rp135 ribu per kilogram di Pasar Legi kini mulai turun. Saat ini, harga cabai rawit berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram. Meski demikian, harga tersebut masih dianggap tinggi.
Salah satu pedagang di Pasar Legi, Suprihatin, mengatakan penurunan harga memang sudah terjadi dibanding beberapa waktu lalu.
“Sekarang harga cabai rawit sekitar 90 sampai 95 ribu rupiah per kilogram. Memang sudah turun dari sebelumnya yang sampai 135 ribu, tapi masih tergolong tinggi,” ujar Suprihatin.
Menurutnya, tingginya harga cabai rawit tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pedagang. Ia mengaku harus mengurangi jumlah stok karena harga kulakan yang masih mahal.
“Kalau harga murah, saya biasanya stok sampai 15 kilogram. Tapi sekarang paling berani hanya 7 kilogram,” jelasnya.
Di musim hujan seperti saat ini, cabai rawit juga lebih cepat busuk. Biasanya, dari sekitar 14 kilogram cabai rawit, setidaknya setengah kilogram mengalami pembusukan.
“Kalau musim hujan begini, cabai cepat busuk. Biasanya dari 14 kilogram itu bisa setengah kilogram yang rusak,” tambahnya.
Meski demikian, ia bersyukur karena dalam sehari stok 7 kilogram cabai rawit yang dibawanya selalu habis terjual.
Untuk mendapatkan pasokan, Suprihatin harus mendatangkan cabai rawit dari Blitar. Ia pun memperkirakan harga cabai rawit berpotensi kembali naik menjelang dan saat Hari Raya Idulfitri.
“Biasanya kalau mendekati Lebaran harga bisa naik lagi,” katanya.
Sementara itu, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya sekitar Rp25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih saat ini berada di angka Rp28 ribu per kilogram, turun dibandingkan harga sebelumnya.



