
Tim Gegana Polda Jatim sedang melakukan olah TKP di Plosojenar, Kauman. (Gema Surya/Yudi)
Tim Gegana Polda Jawa Timur turun langsung melakukan olah TKP serta melakukan sterilisasi lokasi meledaknya mercon di RT 02 RW 02 Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, yang menewaskan satu orang dan dua lainnya luka-luka pada Ahad sore, 1 Maret 2026.
Pantauan jurnalis Radio Gema Surya, sejumlah personel Gegana berseragam lengkap menyisir setiap sudut rumah milik Miten tersebut. Pemeriksaan dilakukan mulai dari titik ledakan hingga bagian belakang rumah untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya.
Saat olah TKP lanjutan pada Senin pagi, 2 Maret 2026, yang berlangsung selama dua jam, Tim Gegana berhasil mengungkap jenis bahan peledak racikan yang digunakan oleh korban.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dian Vicky Sandhi, mengungkapkan bahwa berdasarkan kondisi lokasi, sisa ledakan, serta kedalaman kawah yang mencapai sekitar 5 sentimeter, diperkirakan bahan peledak racikan tersebut memiliki berat sekitar 5 kilogram.
Selain itu, petugas juga mengamankan selongsong petasan dan booster kelengkeng dari lokasi. “Investigasi dari Gegana, sementara yang ditemukan itu ada unsur belerang, potas, atau booster kelengkeng. Sehingga dipastikan jenis low explosive atau black powder,” ujarnya.
Untuk penyebabnya, diduga lantaran ada percikan api, namun sumbernya masih diselidiki menunggu hasil Labfor.
Kompol Sandhi menambahkan bahwa selama Ramadan ini pihaknya telah menangani satu kasus serupa di Situbondo dengan dua korban tewas. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 23 kasus ledakan petasan yang ditangani oleh Tim Gegana Jawa Timur.
Sekadar informasi, ledakan mercon kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, pada Ahad sore, 1 Maret 2026, sekitar pukul 17.15 WIB.
Satu remaja berinisial R (16) tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, dua lainnya yang berinisial AF (20), warga Morosari, Sukorejo, dan HA (23), warga Plosojenar, Kecamatan Kauman, mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD dr. Hardjono. (yd/rl/ab)



