
Foto : Ilustrasi
Tingginya aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan diprediksi menyebabkan konsumsi listrik meningkat. Kenaikannya diestimasi sekitar 5 hingga 7 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Manager PLN ULP Ponorogo, Arif Jumiin, mengaku hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan angka kenaikan secara pasti karena penghitungan pemakaian kWh meter masih berjalan. Namun demikian, ia membenarkan adanya peningkatan konsumsi listrik.
“Pastinya memang masih kita hitung karena pencatatan kWh meter masih berjalan. Tapi rata-rata ada kenaikan, meski masih di bawah 10 persen,” ujarnya.
Menurut Arif, peningkatan konsumsi terjadi karena aktivitas masyarakat dimulai lebih awal saat Ramadan. Jika biasanya warga mulai beraktivitas pukul 04.00 atau 05.00 pagi, selama puasa aktivitas sudah dimulai sejak pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Begitu pula aktivitas malam hari yang cenderung lebih lama.
“Karena aktivitas warga lebih awal untuk sahur, dan malam juga lebih panjang kegiatannya, otomatis pemakaian listrik ikut naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi kenaikan konsumsi juga terjadi pada kelompok pelanggan bisnis dan sosial, terutama saat hari libur ketika masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah.
“Apalagi kalau hari libur, kadang orang malas keluar rumah. Mereka lebih banyak main HP atau menonton televisi, itu juga berpengaruh pada kenaikan konsumsi listrik,” terangnya.
Adapun penggunaan listrik terbesar di rumah tangga, menurut Arif, masih didominasi oleh peralatan elektronik seperti kulkas.
“Konsumsi paling banyak biasanya dari kulkas karena menyala 24 jam,” katanya.
Meski terjadi lonjakan pemakaian sejak awal Ramadan, pelanggan PLN diminta tidak khawatir. Pasalnya, ketersediaan pasokan listrik dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Untuk pasokan aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Arif.
Sebagai langkah antisipasi, PLN juga telah membuka Posko Siaga di masing-masing rayon untuk menyikapi lonjakan konsumsi listrik selama Ramadan.
“Kami sudah membuka Posko Siaga di tiap rayon. Jika ada keluhan, pelanggan bisa menghubungi melalui telepon atau aplikasi PLN Mobile,” tutupnya.



