
Menjelang waktu berbuka puasa, antrean pembeli mulai terlihat di lapak penjual makanan ringan di Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan. Warung sederhana tersebut ramai diserbu pemburu takjil yang ingin mendapatkan camilan untuk berbuka.
Maya Nikasari, pemilik warung, mengatakan sehari-hari dirinya berjualan cucur dengan berbagai macam rasa. Namun khusus Ramadan kali ini, ia berinovasi dengan membuat cothot isi kurma.
“Biasanya saya jualan cucur aneka rasa, tapi Ramadan ini coba bikin cothot isi kurma biar beda,” ujar Maya.
Takjil berbahan dasar singkong ini tampil sederhana, namun menawarkan cita rasa berbeda dari olahan ketela pada umumnya. Maya menjelaskan proses pembuatannya pun cukup mudah.
“Singkongnya dikukus dulu sampai empuk, lalu dihaluskan dan dicampur sedikit vanili. Setelah itu dibentuk seperti pastel,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika biasanya cothot hanya berisi gula pasir, khusus edisi Ramadan kali ini isian diganti dengan irisan kurma yang diberi sedikit tambahan gula agar rasa manisnya tetap seimbang.
“Kalau biasanya cuma gula pasir, sekarang saya isi kurma yang diiris, ditambah sedikit gula supaya manisnya pas,” terangnya.
Meski baru diluncurkan sepekan sebelum Ramadan, respons pasar di luar dugaan. Setiap hari, Maya mengaku mampu menjual sedikitnya 500 biji cothot isi kurma dengan harga Rp1.000 per biji.
“Alhamdulillah responsnya bagus. Sehari bisa habis sekitar 500 biji, harganya seribu rupiah saja per biji,” pungkasnya.



