
Permintaan buah kurma di bulan Ramadan tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Namun di sisi lain, stok kurma justru menipis karena panen tidak sebanyak tahun sebelumnya. Dampaknya, harga kurma pun merangkak naik.
Saat ini, harga kurma kemasan boks isi 10 kilogram mencapai Rp345 ribu. Padahal sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp210 ribu hingga Rp245 ribu per boks.
Hajar Handayani, pedagang kurma di Tonatan, mengatakan stok kurma yang tersedia semakin terbatas.
“Stok kurma sekarang menipis, karena panennya tidak sebanyak tahun lalu. Jadi otomatis harga juga ikut naik,” ujar Ani, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi secara bertahap setiap hari.
“Awalnya masih Rp210 ribu, lalu naik jadi Rp245 ribu, dan sekarang sudah Rp345 ribu per boks 10 kilogram. Naiknya bertahap,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya permintaan turut memengaruhi lonjakan harga. Selain untuk kebutuhan rumah tangga selama Ramadan, kurma juga banyak digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibawa pulang.
“Permintaan sekarang memang sedang banyak. Tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tapi juga untuk program MBG yang dibawa pulang, banyak yang pakai kurma,” ungkapnya.
Ani menambahkan, sebelum Ramadan pihaknya sebenarnya sudah melakukan stok dalam jumlah cukup. Namun karena tingginya permintaan, stok tersebut tetap habis.
“Sebelum Ramadan kami sudah stok, tapi tetap saja ludes. Biasanya kami ambil dari Surabaya, sekarang sampai harus cari ke kota lain untuk mencukupi kebutuhan,” pungkasnya.



