Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 24
  • Tanggul Sungai Sono di Desa Ngadisanan Sambit Ambrol, Berdampak Pada Keberadaan Jembatan Sesek Tak Bisa Dilalui Warga
  • Jelajah

Tanggul Sungai Sono di Desa Ngadisanan Sambit Ambrol, Berdampak Pada Keberadaan Jembatan Sesek Tak Bisa Dilalui Warga

Gema Surya FM Selasa 24 Februari 2026 | 14:45 WIB
WhatsApp Image 2026-02-24 at 14.39.52

Tanggul Sungai Sono di Dukuh Sanan RT 01 RW 02, Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo ambrol sepanjang kurang lebih 30 meter pada Minggu, 22 Februari 2026.

Akibat kejadian tersebut, sesek atau jembatan bambu yang berada di dekat tanggul tidak bisa lagi dilalui warga karena dinilai membahayakan. Padahal, meski hanya berupa jembatan sesek, keberadaannya sangat penting sebagai akses penghubung dua dukuh bahkan dua desa, yakni Desa Ngadisanan dan Desa Maguwan, Kecamatan Sambit.

Kepala Desa Ngadisanan, Suparni, mengatakan jembatan tersebut menjadi akses vital bagi warga.

“Di seberang sungai itu sudah masuk wilayah Desa Maguwan. Jadi jembatan sesek ini memang menjadi penghubung antar-dukuh bahkan antar-desa,” ujar Suparni.

Ia menjelaskan, ambrolnya tanggul diduga akibat hujan deras dengan durasi cukup lama yang terjadi sejak Sabtu.

“Hujan deras terjadi cukup lama sejak Sabtu, sehingga menyebabkan tanggul Sungai Sono ambrol sepanjang kurang lebih 30 meter,” jelasnya.

Saat ini, warga terpaksa memutar mencari jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh. Namun, ada juga sebagian warga yang nekat menyeberangi sungai demi segera sampai ke tujuan.

Suparni menambahkan, karena tanggul sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) Solo, pihak desa telah melaporkan kejadian itu ke BPBD Ponorogo agar segera bisa ditindaklanjuti.

“Kami sudah menyampaikan laporan ke BPBD Ponorogo untuk diteruskan, karena kewenangan ada di BBWS Solo. Harapannya segera ada penanganan agar akses warga kembali aman,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Angin Kencang, 6 Hektare Lahan Tanaman Padi di 3 Kecamatan Ambruk
Next: Gara-gara Monyet, Peternak Murai Batu di Nongkodono Kauman, Nyaris Rugi Puluhan Juta Rupiah, Ini Ceritanya

Related Stories

tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.