
Tim relawan Emergency Medical Team (EMT) Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo terus memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah terdampak banjir di Aceh. Pada Selasa, 20 Januari, tim EMT menjangkau Desa Paya Tampu, salah satu desa yang hingga kini belum tersentuh layanan kesehatan akibat terputusnya akses jalan.
Salah satu relawan EMT RSUA Ponorogo, dr. Nur Taufik, mengatakan bahwa sebelum banjir melanda, warga Desa Paya Tampu masih dapat mengakses fasilitas kesehatan melalui jembatan penghubung menuju puskesmas.
“Sebelum banjir, masyarakat Desa Paya Tampu masih bisa berobat ke puskesmas melalui jembatan. Namun setelah banjir, jembatan tersebut putus sehingga warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” ujar dr. Taufik Nur.
Ia menjelaskan, jumlah warga di Desa Paya Tampu mencapai sekitar 360 jiwa yang tersebar di beberapa titik permukiman, termasuk kawasan perkampungan transmigrasi. Untuk menjangkau desa tersebut, tim EMT harus berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer dari posko utama.
“Jumlah penduduk di Desa Paya Tampu sekitar 360 orang dan lokasinya cukup terpencar. Tim harus berjalan kaki sekitar dua kilometer untuk sampai ke lokasi pelayanan,” jelasnya.
Dalam kegiatan pelayanan kesehatan tersebut, tim EMT RSUA Ponorogo membawa obat-obatan sesuai arahan dari Kepala Puskesmas Pameu. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga adalah batuk pilek, gatal-gatal, diare, serta muntah.
“Keluhan yang banyak kami temukan antara lain batuk pilek, penyakit kulit, diare, dan muntah. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi sanitasi yang masih sangat terbatas pascabanjir,” ungkap dr. Nur Taufik.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa apabila ditemukan warga yang membutuhkan penanganan medis lanjutan, tim EMT akan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat dengan memanfaatkan akses darat maupun udara.
“Jika ada pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kami akan melakukan rujukan dengan menyesuaikan akses yang memungkinkan, baik melalui jalur darat maupun udara,” tutupnya.



